14 November 2019, 07:35 WIB

Ibadah Rabbial Biasa Saja


Puji Santoso/Yoseph Pencawan/N-2 | Nusantara

ANTARA/SEPTIANDA PERDANA
 ANTARA/SEPTIANDA PERDANA
Personel Gegana Brimob Polda Sumut memeriksa sepeda motor milik pelaku bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Medan, Sumut, kemarin

BAGUS Prayogo, 24, nyaris tidak percaya Dedek jadi pelaku bom bunuh diri. Dia berkali-kali menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha meyakinkan diri sendiri.

"Saya berteman dengan dia sejak kecil. Kami pernah satu kelas di SMK Negeri 9, Medan, dan Dedek putus sekolah saat kelas 1. Setahun lalu dia menikah dan pindah ke Medan Marelan," ujar Bagus.

Dedek adalah panggilan akrab Rabbial Muslim Nasution, pelaku bom bunuh diri di Kantor Polrestabes Medan, Sumatra Utara, kemarin. Bom menyebabkan lima polisi dan seorang warga terluka, sedangkan Rabbial sendiri tewas.

Rabbial kecil tinggal di Jalan Jangka, Gang Tentram, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Ia kemudian tinggal bersama istrinya di rumah yang lebih kecil di Gang Melati VIII, Lingkungan VI, Pasar I, Marelan, Kota Medan.

Kedua tempat ini didatangi petugas kepolisian, sesaat setelah kejadian. Kedua gang yang biasanya sepi karena hanya penduduk setempat yang berseliweran, kemarin mendadak disesaki warga yang datang dari lokasi lain.

Dari Gang Tentram, polisi hanya membawa seorang perempuan paruh baya yang dikenal warga dengan nama Maya. Sementara itu, di Marelan, petugas membawa sejumlah barang ke dalam sebuah kantong besar, di antaranya anak panah, timbangan plastik, dan timbangan besi.

Upaya melacak siapa yang memotivasi Rabbial untuk nekat jadi pelaku bom bunuh diri juga tidak terungkap dari warga di tempat tinggalnya.

Supri, 45, warga Gang Tentram mengaku tidak pernah melihat keanehan dalam diri Rabbial, baik penampilan maupun tingkah laku kesehariannya. "Yang saya tahu, dia sudah menikah setahun lalu, tapi belum dikaruniai keturunan. Rumah di Gang Tentram ditinggali bapaknya karena sang ibu sudah meninggal dunia," lanjutnya.

Kepala Lingkungan Lingkungan III, Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Putra, juga tidak melihat ada kejanggalan dalam perilaku sang pengebom. "Ibadahnya juga biasa saja. Dia sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online."

Jejak sekolahnya di SMK Negeri 9 Kota Medan pun dibantah pegawai tata usaha sekolah, Nurhayati Lestari. "Saya sudah cek dari komputer bank data kami nama-nama mantan siswa kami mulai 2008 sampai 2017, tidak ada yang namanya Rabbial Muslim Nasution," sambungnya.

Sampai tadi malam, polisi juga belum mengungkap motivasi dan untuk kelompok mana ia bekerja serta nekat bunuh diri. "Dia masih mencantumkan status mahasiswa atau pelajar. RMN merupakan pelaku perorangan dan pengembangan kasusnya masih dilakukan tim di lapangan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Jakarta. (Puji Santoso/Yoseph Pencawan/N-2)

BERITA TERKAIT