14 November 2019, 07:25 WIB

Pilgub Kalsel Kurang Dinamis


Denny Susanto | Nusantara

MI/Denny Susanto
 MI/Denny Susanto
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) di Kalimantan Selatan yang akan digelar serentak dengan daerah lain di Indonesia pada September 2020 dinilai kurang dinamis. Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang memastikan diri maju sebagai petahana seolah tanpa lawan.

"Dukungan sejumlah parpol besar kepada gubernur ini membuat peta politik pilkada di Kalsel kurang dinamis. Petahana seolah tidak ada lawan dan di atas angin," tutur Fikri Hadin, pengamat hukum dan politik dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, kemarin.

Sahbirin yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kalsel sejak jauh-jauh hari telah mendapat dukungan sejumlah parpol besar, antara lain PDIP. Oleh karena itu, Fikri memprediksi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 2020 paling banyak akan diikuti tiga pasangan, yaitu petahana yang diusung partai-partai besar, pesaing yang diusung partai-partai kecil yang berkoalisi, dan calon nonparpol atau independen.

Untuk pesaing petahana kini baru muncul sosok Denny Indrayana, mantan Wakil Menkum dan HAM era pemerintahan SBY, yang menyatakan maju melalui dua jalur, termasuk jalur nonparpol. Denny belum mendapatkan kepastian parpol pengusung. Figur-figur bakal calon wakil gubernur yang akan mendampingi petahana justru makin ramai bermunculan.

Selain menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur, pilkada di Kalsel juga bakal digelar di 5 kabupaten dan 2 kota. Akan tetapi, peta politik untuk pilkada tingkat kabupaten/kota lebih dinamis. Sosok bakal calon yang berasal dari birokrat, legislatif, parpol, dan swasta banyak bermunculan. Pilkada tingkat kabupaten/kota di Kalsel akan digelar oleh Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tanah Bumbu, dan Kabupaten Kotabaru.

Di kabupaten Hulu Sungai Tengah, Bupati Akhmad Chairansyah menyatakan tidak akan maju dalam pilkada. Adapun Berry Nahdian Furqan yang baru terpilih sebagai wakil bupati pengganti antarwaktu memastikan diri maju bertarung dalam pilkada. Di wilayah yang gencar menolak tambang ini diprediksi akan muncul empat sampai lima pasang calon.

Gibran bergeming

Menjelang pemilihan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka menyatakan tetap akan mendaftar sebagai bakal calon wali kota untuk Pilkada Surakarta 2020 melalui DPD PDIP Jawa Tengah dalam waktu dekat. Ketegasan itu disampaikan seiring dengan diterimanya buku peraturan partai dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan penjelasannya sehingga ia masih berkesempatan mendaftar.

Bos kuliner Chili Pari itu juga bergeming dengan pernyataan Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang menyebutkan bahwa hanya sepasang bakal calon yang diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP, yakni pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa.

Gibran tidak berkomentar banyak ketika ditanya soal pernyataan Rudy bahwa munculnya pasangan lain yang direkomendasikan DPP PDIP bakal menjadi preseden buruk. "Dari buku peraturan partai yang saya terima dan penjelasan (Megawati), saya masih bisa," ujarnya.

Sementara itu, tujuh kabupaten di Sumatra Selatan akan menggelar pilkada dan hampir keseluruhannya diikuti pertahana. Ketujuh daerah tersebut ialah Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Karena itulah, Badan Pengawas Pemilu Sumsel akan mengawasi aparatur sipil negara yang kadang ikut berpolitik praktis atas desakan pemimpin mereka (petahana). (WJ/RS/PO/JS/TB/DW/RF/AD/N-1)

BERITA TERKAIT