13 November 2019, 23:12 WIB

Bea Cukai Optimistis Target Penerimaan Tercapai


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
 Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi

DIRJEN Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi optimistis mampu mencapai target penerimaan sebesar Rp208,8 triliun di APBN 2019 meski akhir tahun kian dekat.

Tercatat penerimaan bea cukai hingga 12 November 2019 mencapai Rp165,4 triliun atau sekitar 79,24% dari target. Capaian tersebut lebih tinggi dibanding 2018 pada periode yang sama sebesar 78,11%.

"Capaian ini sudah hampir mencapai 80%, akhir tahun kami yakin targetnya akan terkejar," ujar Heru dalam pelatihan wartawan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/11).

Realisasi penerimaan itu tumbuh, tetapi melambat. Tercatat pada 2018 pertumbuhannya mencapai 14,68% sedangkan saat ini hanya 9,13%.

Pertumbuhan sebesar 9,13% itu terhitung berdasarkan penerimaan bea masuk sebesar Rp31,41 triliun atau 80,76% dari target sebesar Rp38,89 triliun. Angka tersebut lebih rendah ketimbang 2018 di periode yang sama sebesar 93,47%.

Kemudian penerimaan cukai mencapai Rp131 triliun atau 79,19% dari target sebesar Rp165,5 triliun. Penerimaan cukai itu lebih tinggi ketimbang 2018 di periode yang sama yakni 72,30%.

Penerimaan cukai tersebut terdiri dari Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp12,02 triliun; Etil Alkohol senilai Rp106,53 miliar; Minuman yang Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebesar Rp5,85 triliun; denda administrasi cukai sebesar Rp59,02 miliar dan cukai lainnya Rp14,72 miliar.

Sementara bea keluar sebesar Rp2,99 triliun atau 67,92% dari target Rp4,42 triliun. Angka tersebut juga lebih rendah dibanding capaian 2018 di periode yang sama hingga 196,67%.

Lebih lanjut, Heru menambahkan, rasa optimistis akan tercapainnya target penerimaan karena cukai dari rokok meningkat hingga dua kali lipat.

"Secara historis, penerimaan cukai dari rokok selama ini pasti besar di bulan Desember. Karena itu memang fluktuasi penerimaannya akan langsung meningkat di Desember," tandas Heru. (OL-8)

BERITA TERKAIT