14 November 2019, 05:20 WIB

Xpander Cross, MPV Rasa SUV


Nurcahyadi | Otomotif

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
 ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Mobil Mitsubishi Xpander Cross ditampilkan saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (12/11).

Xpander Cross menjadi varian tertinggi dan mengalami beberapa penyempurnaan, di antaranya pada suspensi yang membuat lebih nyaman dikendarai.

SETELAH sukses memasarkan Xpander di pasar Tanah Air, Mitsubishi Motor Corporation (MMC) lewat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus mengembangkan model ini. Pada Selasa (12/11), di Jakarta, MMKSI meluncurkan varian baru yang dinamakan Xpander Cross.

Kendaraan ini diklaim mengisi celah antara low MPV dan SUV/crossover dan merupakan perpaduan antara MPV dan SUV sehingga diberi julukan sebagai Crossover MPV.

Jika dibandingkan dengan Xpander, Mitsubishi Xpander Cross memiliki beberapa perbedaan dengan adanya over fender depan dan belakang yang lebih lebar, layaknya kendaraan crossover atau SUV. Selain itu, desain baru pada bagian bumper depan, lampu LED, roof rail, dan desain velg baru 17 inci, serta ground clearance yang bertambah tinggi.

Selain memiliki fitur keamanan dan keselamatan yang sudah ada di Xpander, varian baru yang menjadi varian tertinggi Xpander ini mengalami beberapa penyempurnaan, yakni meningkatkan karakter SUV dengan tetap mempertahankan kenyamanan sebuah MPV, salah satunya lewat settingan khusus pada suspensi. Hal itu diungkapkan Chief Product Specialist Mitsubishi Motors Corporation, Minoru Uehara.

Menurut Uehara, penyempurnaan pada peredaman di bagian suspensi membuat Xpander Cross lebih nyaman dalam meredam guncangan jika dibandingkan dengan kompetitornya. "Xpander Cross menggunakan shock rebound spring yang mampu membuat kendaraan lebih stabil dan nyaman saat menempuh kecepatan 70 km/jam jika dibandingkan dengan kompetitor."

Sebagai kendaraan yang menyandang status 'crossover', ground clearance Xpander Cross mencapai 225 mm, sementara Xpander biasa 205 mm. Hal itu juga membuat Xpander Cross paling tinggi ketimbang kompetitornya.

Hal inilah yang menjadikan jagoan baru Mitsubishi ini diklaim mampu diajak ke mana saja lewat tagline don't stop xpand your adventure.

Uehara juga menjelaskan bahwa Xpander Cross juga unggul dalam hal performa, baik saat berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dapat dicapai dalam kisaran 15,4 detik maupun saat berakselerasi dari 80 km/jam ke 100 km/jam di kisaran 5 detik. Hal ini tentu memberikan rasa percaya diri pada pengemudi saat mendahului kendaraan lain.

Dongkrak produksi

Presiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura menyatakan sejak pertama kali diperkenalkan, Xpander telah sukses terjual lebih dari 140 ribu unit dan telah menjadi kendaraan andalan baru keluarga Indonesia. "Dengan kehadiran kombinasi best in class dari MPV dan SUV ini, Xpander Cross siap untuk menemani perjalanan keluarga Indonesia meraih lebih banyak petualangan baru," ujar Naoya Nakamura.

Xpander Cross sudah dijual di dealer resmi Mitsubishi dengan dibanderol harga mulai Rp267,7 juta untuk varian Xpander Cross M/T, Rp277,7 juta untuk varian A/T, dan Rp286,7 juta untuk tipe Leather Seat Premium Package A/T. Sementara itu, pilihan warna tersedia quartz white pearl, jet black mica, sterling silver metallic, graphite grey metallic, dan sunrise orange metallic.

Terkait dengan aktivitas pabrik, Chief Executive Officer dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Takao Kato menyatakan dengan hadirnya Xpander Cross pihaknya akan mendongkrak kapasitas produksi untuk meningkatkan pasar ekspor. "Kami berkomitmen untuk berkontribusi pada peningkatan ekspor dari Indonesia, juga pembangunan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Saat ini, Xpander telah diekspor ke 13 negara dengan total volume 80 ribu unit. Menurut Takao Kato, Mitsubishi akan menargetkan ekspor Xpander dari Indonesia ke depannya ke 40 negara di seluruh dunia.

Saat ini pabrik Mitsubishi di Cikarang telah mencapai kapasitas produksi masih di kisaran 150 ribu hingga 160 ribu unit/tahun. Untuk mencapai target ekspor pabrik ini akan digenjot menjadi 220 ribu unit/tahun pada 2020.

Untuk mengembangkan kapasitas produksi, Mitsubishi akan menggelontorkan investasi sebesar Rp500 miliar. (S-1)

BERITA TERKAIT