13 November 2019, 22:40 WIB

Polisi Imbau Grabwheels tidak Beroperasi di Jalan Raya


Antara | Megapolitan

 MI/ADI MAULANA IBRAHIM
  MI/ADI MAULANA IBRAHIM
 Sejumlah warga menggunakan skuter listrik Grab Wheels di Kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). 

DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan kepada seluruh Satuan Lalu Lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mencegah skuter listrik Grabwheels agar tidak beroperasi di jalan raya.    

"Kita imbau kepada masyarakat kalau menggunakan skuter listrik sebaiknya di lingkungan perumahan, tidak gunakan di jalan raya," kata
Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Pol Fahri Siregas, di Polda Metro Jaya, Rabu (13/11).    

Dia mengatakan, imbauan itu dikeluarkan menyusul banyaknya pengguna skuter listrik yang tidak mengerti aturan yang berlaku sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya.  

Selain itu, Polda Metro Jaya juga masih menyusun regulasi terkait operasional skuter listrik yang saat ini marak beroperasi di jalan Ibu Kota, salah satunya oleh Grab, yaitu GrabWheels.   

"Skuter listrik itu masih dibahas oleh Korlantas Polri dengan Kementerian Perhubungan, nanti dikategorikan apa nih, kalau kendaraan
bermotor kan memang harus diregistrasikan berdasarkan undang-undang," katanya.

Seandainya skuter listrik masuk kategori kendaraan bermotor maka kendaraan tersebut harus ada registrasi seperti kendaraan yang ada
saat ini, sehingga dapat ditindak apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna skuter listrik.


Baca juga: Imbas Kecelakaan, Pemprov Larang Sementara Skuter Listrik


Menurut Fahri, nantinya akan ada pembatasan terkait operasional skuter listrik akan dimulai dari rambu, regulasi apakah skuter tersebut bisa melintas di jalan raya dan batasan usia dari penggunanya, serta kelengkapan skuter itu sendiri.  

"Kita akan koordinasi apakah bisa dibatasi operasionalnya, selain itu ada aturan terkait masalah sistem keamanannya seperti menggunakan helm, wajib berlampu, lampu yang besar depan belakang. Jadi, kita lihat dengan instansi terkait," tegasnya.

Kemudian, lanjut Fahri, selama aturan belum ada, akan dilakukan pembatasan dan larangan di lokasi tertentu.       

"Makanya kami godok terus ini ya, otopet listrik ini mudah-mudahan segera ada solusinya, minimal ada daerah mana yang boleh dilewati," sambungnya.  

Menurutnya, pembatasan itu diterapkan karena dampak yang ditimbulkan beberapa hari terakhir cukup mengganggu, terutama adanya
kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengguna skuter listrik yang menyebabkan dua pengguna skuter listrik itu meninggal dunia. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT