13 November 2019, 21:55 WIB

Karateka Pelajar SD Indonesia Sabet Tiga Emas di Belgia


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Ist
 Ist
Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Dikdasmen Kemendikbud, Dr Khamim, saat menyambut enam pelajar SD Indonesia yang berprestasi.

DUTA pelajar Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di jagat internasional. Khususnya delegasi karate tingkat SD yang berhasil meraih 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu pada turnamen karate internasional di Herstal, Belgia, pada 6-13 November 2019.

"Melalui capaian prestasi yang membanggakan Indonesia ini,kami berharap para juara duta olahraga kita ini dapat memantik motivasi siswa lain untuk berprestasi dalam berbagai bidang kegiatan internasional baik bidang akademik maupun olahraga, kata Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah , Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Dikdasmen Kemendikbud), Dr Khamim, saat menyambut kedatangan delegasi karateka pelajar SD di Bndara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/11).

Khamim berpesan, para juara turut berbagi pengalaman sebagai tutor sebaya di zona sekolahnya atau zona terdekat. Bila perlu di tingkat kabupaten atau kota, hingga ke provinsi.

Menurut Khamim, pemerintah memberi apresiasi kepada para juara berupa beasiswa belajar berupa uang pembinaan antara lain, Rp5 juta bagi peraih medali emas, Rp4 juta bagi peraih medali perak dan Rp3 juta untuk medali perunggu.

Dia menjelaskan, 6 pelajar SD yang dikirim ke Belgia merupakan peraih medali emas pada kompetisi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat sekolah dasar (SD) 2019 di Semarang, Jawa Tengah, pada Agustus lalu.


Baca juga: KLHK Raih Asia Environmental Enforcement Awards


Para pelajar berprestasi tersebut yakni Callysta Almira Cahyati dari SDN Rangkah VI, Surabaya, Jawa Timur, untuk kategori Kata Perorangan Putri, Radhitya Rimba Adiyaksa Mahendra dari SDN Ponokawan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, untuk Kata Perorangan Putra, dan Ni Kadek Renia Sophia Putri dari SDN 3 Banjar Jawa, Kabupaten Buleleng, Bali, untuk nomor Kumite Perorangan Putri.

Selain itu, Nindya Kirana Paramitha dari SDN Golo Yogyakarta untuk Kumite Perorangan Putri, Muhammad Dhijey Lexsie, UPT SPF SDN 101770, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, untuk Kumite Perorangan Putra, dan Daffa Raditya Widiarta dari SDN 2 Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk Kumite Perorangan Putra.

Khamim mengutarakan, para duta karate itu menjalani pembinaan penuh selama 1 bulan, sebelum mengikuti kompetisi Internasional 4th edition of International Karate Open of Province de Liege 2019 di Belgia yang diikuti 25 negara.

Adapun tiga siswa yang berhasil meraih medali emas ialah Radhitya Rimba Adiyaksa Mahendra, Callysta Almira Cahyati dan Muhammad Dhijey Lexsie. Satu medali perak juga diraih Muhammad Dhijey Lexsie. Dan medali perunggu oleh Ni Kadek Renia Sophia Putri.

Selama menempuh perjuangan berlaga di arena internasional itu, delegasi pelajar didampingi satu team leader, dua deputy leader, dan dua pelatih yaitu Khairullah, Supriyatna dan Keri Darwindo dari Kemendikbud dan pelatih Richard Ardy Ganggas dan Ridi Okwar dari PB Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki). (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT