13 November 2019, 20:17 WIB

Teknologi bisa Percepat Penyebaran Ideologi Pancasila


M. Ilqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo

PESATNYA kemajuan teknologi dan informasi di berbagai sektor turut mempengaruhi cara berperilaku dan berfikir manusia, terutama terhadap negara dan antarsesama. Hal tersebut akan berdampak secara positif dan negatif apabila tidak dapat dikelola.

Kemajuan teknologi informasi untuk peran Pancasila ada dua hal yang bisa di petik ialah manfaatnya dan kerugian. Manfaatnya sendiri bisa mempercepat penyebaran ideologi Pancasila dan mengulangnya secara terus menerus.

"Manfaatnya ialah dengan adanya teknologi informasi ini kita bisa lebih memperketat gerak pembangunan di antara masyarakat," kata Direktur Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo saat Sosialisasi Nilai-nilai Pancasila di, Malang, Jawa Timur, Rabu (13/11).

Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan kemajuan informasi yang positif dari sisi informasi tanpa merusak ideologi bangsa.

Namun, di sisi lain, masih ada sejumlah efek negatif dari teknologi informasi yang kini berkembang pesat.

Baca juga : Tanamkam Pancasila lewat Jalur Budaya

"Kerugian adalah kalau kita tidak bisa memanfaatkan teknologi kita tak bisa membedakan berita yang tersebar luas itu dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Aris.

Karena tidak sedikit berita negatif atau hoaks yang justru mengancam persatuan sehingga isu-isu radikalisme multikultural bisa memecah-belah masyarakat

"Sebetulnya Pancasila merupakan ideologi berbangsa dan bernegara. Dan Pancasila mengeratkan kehidupan di Indonesia yang sudah disepakati oleh pendiri bangsa," tandasnya.

Penyebaran informasi Pancasila sendiri dapat dilakukan melalui jalur pendidikan dan budaya. Seperti menerapkan kembali mata pelajaran Pancasila disekolah-sekolah.

Saat ini, belum sepenuhnya terjadi dalam pemerataan informasi teknologi untuk pancasila masih proses dan sedang siapkan untuk disebarkan di setiap sekolah.

"Ternyata jalur budaya tak kalah efektif seperti jalur pendidikan. Jadi pendekatan melalui budaya seperti penguatan komunitas ke jalur media sosial komunikasi dan jaringan kelompok masyarakat komunitas kita harus garap bersama," ucapnya.

"Oleh karena itu kita sebagai penyelenggara negara harus tetap mendorong bagaimana Pancasila bisa diterapkan di masyarakat sehari-hari sehingga bisa menjadi lem perekat kesatuan masyarakat Indonesia," tutupnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT