14 November 2019, 00:00 WIB

Segera Terbitkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik


MI | Megapolitan

MI/Adi maulana Ibrahim
 MI/Adi maulana Ibrahim
Skuter Listrik

KETUA Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengeluarkan kebijakan yang mengatur penggunaan skuter listrik, sehingga keberadaannya tidak merugikan pejalan kaki. Pasalnya skuter listrik GrabWheels belakangan kerap disalahgunakan pengguna untuk melintas di trotoar bahkan di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta.

“Terkait dengan keberadaan e-scooter, ada yang disewakan dan milik pribadi. Ini kan ada gegap gempita ketika kota dan negara lain sedang booming e-scooter di Indonesia harusnya mulai dari Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan Dishub (Dinas Perhubungan DKI) di seluruh wilayah mengatur penggunaan itu,” kata Alfred ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (13/11).

Alfred sudah mengadu tentang keberadaan e-scooter yang mengganggu pejalan kaki termasuk pelanggaran yang terjadi kepada Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Menurut Alfred, pelanggaran tersebut terjadi karena belum ada regulasi yang jelas tentang keberadaan skuter listrik.

“Jadi, sesegera mungkin Pemprov DKI jika ingin membuat peraturan gubernur (pergub) atau perda, mesti mencari cantolan (payung hukum) aturan di atasnya, seperti Undang-Undang atau Peraturan Menteri Perhubungan. Aturannya enggak berlaku buat Grab doang. Itu berlaku menyeluruh bagi pengguna pribadi juga,” jelas Alfred.

Meski demikian, Alfred meminta ada kajian yang mendalam supaya skuter listrik bisa melintas di jalan.
“Jadi, jika melarang hanya dengan narasi, nanti kekuatan hukumnya tidak terlalu pasti. Harusnya, digodok dulu aturannya seperti apa sebelum diperbolehkan beroperasi di jalan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam sosial medianya mengunggah foto sekelompok anak muda mondar-mandir memakai otopet listrik di JPO. Bahkan ada yang duduk-dudk dan tidur-tiduran memakai otopet listrik di JPO.

Menyikapi kerusakan yang terjadi pada panel atau alas kayu di beberapa JPO, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)DKI Jakarta Arifin memberikan komentarnya. “Anggota satpol PP yang bertugas di sana hanya sampai jam 23.00 WIB. Nanti, kita akan kordinasi dengan pihak penyedia skuter terkait, agar ada larangan melintas di JPO, termasuk menambah waktu penjagaan,” terang Arifin, Jakarta, Rabu (13/11).  (J-1)

BERITA TERKAIT