14 November 2019, 00:20 WIB

Salvita Decorte Representasi Beragam dari Media


Fathurrozak | Hiburan

Dok. MI
 Dok. MI
Aktris dan model Salvita Decorte

AKTRIS dan model Salvita Decorte, 29, mengungkapkan media berperan dalam menghadirkan representasi setiap karakter perempuan. Salah satu yang disorot ialah masalah fesyen yang banyak dibaca para remaja. Konsep yang ditampilkan media turut memengaruhi persepsi publik terhadap standar kecantikan.

"Yang ditampilkan oleh media seperti fashion magazine, majalah remaja, role model-nya bertipe sama. Seharusnya, lebih banyak menampilkan representasi yang beragam. Misalnya, perempuan yang bertipe kulit agak cokelat, hitam, putih, atau berbeda dari sisi ukuran dan bentuk badan. Menurut aku ini bagian yang penting. Aku ingat banget saat muda ketika baca-baca majalah fesyen dan model, kayaknya memang semua perempuan cantik banget, tapi just one type. Kalau sekarang sudah banyak menampilkan perbedaan, it is a good thing," jelas Sal, panggilan akrabnya, saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Sal yang bermain di film Ratu Ilmu Hitam juga memerankan karakter perempuan yang memiliki kekhawatiran terhadap berat badan tubuhnya. Peran tersebut mengingatkannya pada masa-masa ketika ia menjalani karier sebagai model. Saat itu, ia melihat banyak koleganya yang terobsesi dengan berat badan. Keberadaan public figure yang dianggap sempurna layaknya barbie doll juga turut membangun keseragaman publik terhadap definisi cantik.

Namun, pemain Love Is A Bird ini mengakui saat ini masyarakat sudah lebih sadar atas persepsi cantik yang terbangun dan lebih terbuka terhadap citra karakter para perempuan bila dibandingkan dengan masa ia memulai dunia model pada usia 15 tahun.

"Sekarang sudah lebih berbeda keadaannya. Orang sudah mulai percaya diri dengan bentuk tubuh mereka, love their body, dan berpandangan positif. Untungnya juga orang-orang di sekeliling aku suportif. Kesehatanku lebih penting, kalau aku merasa baik ya berarti badanku juga baik. Aku saat ini mengubah berat tubuh juga karena untuk tuntutan di peran-peran tertentu. Di luar itu, aku tidak melakukannya. Karena aku juga suportif dengan kepercayaan diri para perempuan, mau jadi siapa pun mereka, mau seperti apa pun, asal sehat," lanjut perempuan kelahiran 13 Juli 1990 tersebut.

 

Ekspresi melukis

Tumbuh besar di keluarga seniman memengaruhi daya kreatif Sal.

Ayah dan ibunya ialah pelukis. Sal telah mulai melukis sejak lama meski baru serius menekuni seni lukis dalam beberapa tahun belakangan. Ia juga memamerkan karya-karyanya.

"Aku ingin tahu lewat melukis bisa membawa sejauh mana di hidup aku, makanya bukan sekadar hobi. Ada yang bisa dilakukan lebih, entah itu untuk society atau mengekspresikan diriku."

Lukisannya yang lebih bertema abstrak dan potret manusia menjadi cerminan ekspresinya. Ia mengaku bukan tipe personal yang mengungkapkan emosi secara verbal sehingga pendekatan seperti itu dianggap lebih sesuai dengan karakternya.

Bagi Sal, setiap orang perlu memiliki kebebasan berekspresi, baik melalui yang dikenakan maupun yang dilakukan. Menurut Sal juga, melukis merupakan caranya menyalurkan kebebasan berekspresi. "Kita perlu percaya diri. Jangan biarkan siapa pun menyalahkan hidup kita." (H-3)

 

BERITA TERKAIT