13 November 2019, 22:20 WIB

Jeanine Anez Duduki Kursi Presiden Bolivia


MI | Internasional

AFP
 AFP
Wakil Ketua Senator Bolivia Jeanine Anez 

WAKIL Ketua Senator Bolivia Jeanine Anez telah memproklamasikan diri sebagai Presiden sementara Bolivia pada Selasa (12/11) malam waktu setempat. Anez mengisi kekosongan kursi kepala negara Bolivia setelah pengunduran diri Evo Morales pada akhir pekan lalu.

“Saya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menentramkan negara,” ujar Anez saat sesi pengambilan sumpah yang kemudian disambut dengan sorakan dan tepuk tangan meriah.

Namun, anggota parlemen Gerakan Menuju Sosialisme yang mendukung Morales menolak untuk ambil bagian dalam sesi parlementer tersebut dan menyebut sesi itu tidak sah karena gagal mencapai kuorum.

Anez maju karena secara konstitusional merupakan calon utama menggantikan posisi Morales setelah wakil presiden dan ketua Senat serta ketua Kongres Bolivia mengundurkan diri bersama Morales.

Sementara itu, ratusan pendukung Morales pun turun ke jalan menentang Anez mengambil peran sebagai penjabat presiden Bolivia.

“Dia (Anez) mendeklarasikan dirinya sebagai presiden tanpa kuorum di parlemen. Dia tidak mewakili kita,” ujar salah seorang pengunjuk rasa, Julio Chipana.

Meskipun presiden sementara Bolivia telah diangkat dan Morales telah bertolak ke Meksiko untuk mendapat suaka, namun negara Amerika Selatan tersebut masih tetap diguncang akibat pertentangan yang terjadi antara pendukung dan penentang pengangkatan Anez sebagai presiden sementara Bolivia.

“Orang-orang yang terlibat dalam semua protes ini menginginkan kami untuk menyerukan pemilihan presiden yang tidak curang, yang dapat dipercaya,” ujar Anez yang merupakan lawan politik Morales.

Duduknya Anez sebagai presiden sementara Bolivia diharapkan akan membuka jalan untuk diadakannya pemilu baru di Bolivia. Politikus berusia 52 tahun itu kemungkinan akan segera diberi mandat oleh kongres untuk menyelenggarakan pemilu dan transisi menuju pemerintahan baru Bolivia pada 22 Januari 2020.

Sementara itu, sejumlah negara masih memberi dukungan terhadap Morales di antaranya Presiden Venezuela Nicola Maduro, Presiden Nikaragua Daniel Ortega, dan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, dan lainnya. (AFP/Uca/X-11)

BERITA TERKAIT