13 November 2019, 22:00 WIB

Trump Sebut Tiongkok Berlaku Curang pada AS


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyerang Tiongkok terkait perang dagang. Trump menyebut Tiongkok telah berlaku curang. Di samping itu Trump juga menyalahkan pemimpin-pemimpin AS sebelumnya atas situasi yang merugikan ekonomi AS.

“Sejak masuknya Tiongkok ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, tidak ada yang memanipulasi atau mengambil keuntungan dari Amerika Serikat lebih banyak,” ujar Trump saat berbicara di Economic Club of New York, Selasa (12/11).

“Saya tidak akan mengatakan kata curang. Tetapi tidak ada yang berlaku curang melebihi Tiongkok, maka saya akan mengatakan itu,” tambah Trump.
Meskipun menyebut Tiongkok curang, pada kesempatan itu Trump justru menyalahkan para pemimpin AS sebelumnya yang membuat kesepakatan perdagangan, yang memungkinkan Tiongkok manipulasi perjanjian. Sehingga, sambungnya, berdampak merugikan pada pekerja AS, terutama yang berada di industri manufaktur.

Menurut Trump, Tiongkok tidak sendirian dalam hal ini. Trump juga menuding Uni Eropa (UE) terkait praktik perdagangan yang tidak adil.

“Banyak negara membebankan tarif luar biasa tinggi kepada kami atau menciptakan hambatan perdagangan yang mustahil. Dan saya akan jujur, Uni Eropa, sangat, sangat sulit. Hambatan yang mereka hadapi sangat mengerikan, dalam banyak hal lebih buruk daripada Tiongkok,” tukas Trump.

Pernyataan Trump tersebut kembali memecah periode relatif damai antara AS-Tiongkok yang tengah berupaya untuk menuntaskan perjanjian dagang fase pertama guna meringankan beberapa tarif. Pernyataan Trump juga seolah menepis klaim Tiongkok yang menyebut AS dan Tiongkok telah sepakat untuk menurunkan tarif secara bertahap.

 


Tunda Tarif Impor Mobil

Di sisi lain, pemerintahan Trump berencana untuk kembali menunda keputusan mengenai pengenaan tarif tambahan pada impor mobil pekan ini. Dua sumber industri menyebut penundaan keputusan tersebut dapat diberlakukan hingga enam bulan ke depan.

“Presiden Donald Trump tidak harus membuat keputusan ini besok,” kata salah satu sumber.
Sejak tahun lalu, pemerintahan Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif sekitar 25 % pada impor mobil guna mempertahankan sektor otomotif AS yang merupakan simbol manufaktur negeri paman sam tersebut.

Sementara itu pada September lalu, pemerintahan Trump mencapai kesepakatan dengan Jepang untuk melanjutkan penundaan pengenaan tarif mobil sembari negosiasi yang terus berjalan. Adapun AS dan Korea Selatan mencapai kesepakatan tahun lalu.
Sementara itu dalam sebuah wawancara pekan lalu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Junker mengatakan bahwa ia percaya AS tidak akan mengenakan tarif baru terhadap mobil-mobil Eropa dalam beberapa hari mendatang.

Adapun sumber industri juga menunjukkan keinginan pemerintahan Trump untuk konsesi atau investasi sebagai bagian dari kemungkinan perjanjian.

Namun, perusahaan-perusahaan mobil, seperti BMW Jerman, ragu untuk terlibat dalam konsesi seperti itu. Perusahaan pembuat mobil telah berkembang di AS, karenanya tidak terlalu terpengaruh oleh pengenaan tarif baru.(CNBC/AFP/I-1)

 

BERITA TERKAIT