13 November 2019, 15:44 WIB

ANRI dan Perpusnas Sinergi Penyelengaraan Kearsipan dan Literasi


Eni Kartinah | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Kepala Perpustakaan Nasional  (Perpusnas ) Muhammad Syarif Bando (kanan) dan Plt. Kepala ANRI, M. Taufik.

KEPALA Perpustakaan Nasional  (Perpusnas ) Republik Indonesia Muhammad Syarif Bando melakukan kunjungan kerja ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta, pada Senin (11/11). 

Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala ANRI, M. Taufik beserta jajaran di Kantor ANRI, Ampera Raya, Jakarta Selatan. Kunjungan kerja itu bertujuan untuk membangun sinergi dan keselarasan dalam penyelenggaraan kearsipan dan literasi.

ANRI dan Perpusnas memiliki peranan yang strategis dalam membangun peradaban melalui sinergi kedua instansi tersebut.

"Ke depan, kita akan menjadi sebuah pesawat yang harus berfungsi bersama, terus terbang bersama untuk membangun peradaban Indonesia di masa yang akan datang," tutur Syarif Bando.

Sementara itu, Plt. Kepala ANRI, M. Taufik menambahkan pentingnya sinergi guna mencapai cita-cita Indonesia Maju.

"Dengan tema ini (Sinergi) kita akan selalu bersinergi, berelaborasi kedua substansi kita dan implementasi kita berkolaborasi sehingga akan mencapai Indonesia maju sesuai harapan Presiden (Jokowi)," tambahn Taufik.

Kunjungan Syarif Bando ke ANRI juga berkaitan erat dengan kegiatan Serah Terima Arsip Statis bersamaan dengan Serah Terima Hasil Pengawasan Kearsipan, dan Serah Terima Pekerjaan Jasa Kearsipan.

Tiga rangkaian acara tersebut dilakukan secara bersamaan agar totalitas pengelolaan kearsipan di lingkungan PNRI terwujud dan terjadi percepatan perubahan penyelenggaraan kearsipan ke arah yang lebih baik.

Percepatan tersebut sengaja dilakukan agar Perpusnas yang serumpun dengan ANRI dapat segera bangkit pengelolaan kearsipannya dalam kondisi atau tingkat yang ideal.

"Percepatan ini akan menjadi model kepada binaan kita, terutama di kearsipan bagaimana akselerasi pertumbuhan kearsipan, harus ditumbuhkembangkan," terang M. Taufik.

Sedangkan khusus untuk Serah Terima Arsip Statis Perpusnas, hal ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam upaya ikut berperan serta melestarikan dan memanfaatkan arsip statis sebagai memori kolektif bangsa.

Serah terima arsip statis itu merupakan momentum yang sangat berharga karena mewariskan jejak sejarah bangsa Indonesia.

Arsip statis Perpusnas  yang diserahkan ke ANRI terdiri dari Peraturan Kepala Perpusnas, LAKIP, dan MoU dan lain-lain sebanyak 51 nomor (7 boks/0,7 meter linier).

Arsip tersebut  merupakan memori yang sangat penting bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang karena menggambarkan sejarah bangsa.

Dengan diserahkannya arsip statis, Perpusnas telah mewariskan informasi yang sangat berharga untuk proses pembelajaran di masa mendatang. (OL-09)
 

BERITA TERKAIT