13 November 2019, 13:39 WIB

Grab Langsung Berkoordinasi dengan Polisi Soal Bom Medan


Antara | Nusantara

ANTARA/Didik Suhartono
 ANTARA/Didik Suhartono
Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata

PRESIDEN Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak berwajib terkait dugaan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang menggunakan atribut ojek daring.    

"Sejak mengetahui informasi tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian terkait memberikan dukungan penuh dalam proses investigasi lebih lanjut," ujar Ridzki dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11).    

"Kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi di Medan dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terkena dampak dari peristiwa itu," ujar Ridzki.    

Sebelumnya, di Polrestabbes Medan pada Rabu (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB terjadi ledakan yang diduga bom bunuh diri oleh seseorang yang menggunakan atribut ojek daring. Ledakan itu berada di sekitar kantin Polrestabes Medan.        

Baca juga: Polisi Geledah Rumah Tersangka Pelaku Bom Bunuh Diri Medan

Selain Grab, Vice President Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan perusahaannya siap memberikan bantuan dan berkoordinasi dengan pihak berwajib soal dugaan pelaku bom bunuh diri Medan yang menggunakan atribut ojek daring.    

"Kami telah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib, serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan guna proses investigasi," kata Kristy dalam keterangan tertulis.    

Namun, Gojek tidak berkomentar lebih jauh mengenai atribut terduga pelaku.    

Gojek, menurut Kristy, mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan dan menyampaikan ucapan duka cita kepada korban aksi teror tersebut.    

"Gojek menentang keras segala tindakan anarki dan akan memberikan dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat," ujar Kristy. (OL-2)

BERITA TERKAIT