13 November 2019, 13:34 WIB

Naik Lereng Merapi, Wisatawan Dipaksa Bayar Rp60 Ribu Per Orang


Agus Utantoro | Nusantara

MI/Agus Utantoro
 MI/Agus Utantoro
Kapolsek Cangkringan,  AKP Samiyana memberikan penjelasan tentang pungutan paksa dilakukan pemandu di Desa Cangkringan terhadap wisatawan.

POLSEK Cangkringan menerjukan tim untuk menyelidiki adanya pungutan dilakukan pemandu wisata di wilayah lereng Merapi, Cangkringan, Sleman. Kapolsek Cangkringan, Sleman, AKP Samiyana, mengatakan, polisi sebelumnya menerima informasi bahwa wisatawan yang akan berkunjung di objek wisata lereng Gunung Merapi ini, dipaksa untuk menggunakan jasa pemanduan saat memasuki  Desa Umbulharjo, Cangkringan.

"Wisatawan baik yang menggunakan mobil atau motor, harus membayar jasa pemanduan sebesar Rp60.000 per orang," kata Kapolsek Cangkringan, Rabu (13/11/2019).

Untuk memastikan kebenaran informasi itu, kata Samiyana, Polsek Cangkringan, Minggu (10/11/2019) menerjunkan dua tim, satu tim bersepeda  motor dan tim lainnya menggunakan mobil.

"Benar, kami dihentikan dan diharuskan menggunakan jasa pemanduan,"  katanya.

Kapolsek mengungkapkan ia menemukan pula pengunjung yang berbalik arah karena mengaku tidak punya uang sebesar Rp60.000. Para pengunjung tidak boleh masuk. Padahal dalam kerjanya, pemandu ini hanya akan mengantar ke lokasi tertentu dan kemudian meninggalkannya.

Dalam dialognya dengan kelompok yang mengharuskan membayar Rp60.000 per orang ini, kata Kapolsek mereka mengaku pungutan itu berdasar Perdes (Peraturan Desa) Nomor 8 tahun 2017 dan telah diketahui oleh Kapolsek.

"Padahal kami di Polsek tidak pernah mengeluarkan izin maupun rekomendasi atau apa lah yang membolehkan pungutan itu. Orang yang tidak tahu dikira kami mendapat 86 dari mereka," ungkap AKP Samiyana.

Setelah mendapat bukti yang cukup, lanjut Kapolsek, sebanyak 60 orang yang mengaku sebagai pemberi jasa pemanduan dengan cara memaksa digiring ke Polsek Cangkringan untuk mendapatkan pembinaan.

"Pada tahap ini mereka kami minta membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kalau pemaksaan ini diulangi, kami akan melakukan proses hukum," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih membenarkan adanya langkah Kapolsek Cangkringan tersebut. Sudarningsih mengatakan cukup banyak aduan pungutan liar yang mengatasnamakan warga dari para wisatawan yang masuk ke instansinya.

"Kejadian ini sudah beberapa kali terulang. Kami tidak boleh tinggal diam dan harus melakukan pembinaan," katanya.

Sementara itu, Lurah Umbulharjo, Suyatmi menyampaikan ketika ada laporan pungutan liar yang masuk, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di Kelurahan.

baca juga: Bawaslu Jabar Sekolahkan Kader Untuk Naikkan Partisipasi Warga

"Kami Pemdes Umbulharjo, tidak pernah menerima serupiah pun bagian dari pungutan itu," tegasnya.

Baik Dinas Pariwisata maupun Polsek Cangkringan saat ini telah memerintahkan tidak ada lagi pemaksaan jasa pemanduan.

"Kalau ada, kami akan proses," kata Kapolsek. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT