13 November 2019, 09:17 WIB

Prosesi Ganti Klambu Ramaikan Pantura Jateng


Supardji Rasban | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Warga berebut hasil bumi di acara upacara gant kelambu makam Syeh Junaedi Al Bagdadi di Desa Randusanga Wetan, Brebes, Selasa (12/11/2019). 

WARGA Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar prosesi ganti kelambu makam Syeh Junaedi Al Bagdadi di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes, Selasa (12/11/2019). Dalam prosesi ganti kelambu makam tokoh yang dipercaya sebagai penyiar agama Islam di pesisir Pantai Utara (Pantura) Brebes dan sekitarnya tersebut, juga sekaligus digelar pula arak-arakan membawa kelambu baru menuju kompleks makam.
     
Arak-arakan dimulai dari kota Brebes menuju Desa Randusanga Wetan menggunakan dokar atau andong. Puluhan dokar yang penuh hiasan janur dan bunga berjalan menempuh hampir satu jam perjalanan ke komplkes makam.

Dalam arak-arakan tersebut Bupati Brebes Idza Priyanti dan suami Warsidin menaiki kereta dan berjalan paling depan. Diikuti dokar atau andong lainnya yang ditumpangi para pejabat teras setempat. Tak hanya itu, sejumlah mobil pikup membawa makanan hasil bumi dan tumpeng berjalan dalam satu rombongan. Yang menarik, dari rombongan
tersebut, sebuah mobil pikup yang membawa kelambu warna putih penuh hiasan sebagai pengganti kelambu lama dalam makam Syeh Junaedi.
     
Sepanjang perjalanan sekitar 7 Kilometer tersebut masyarakat antusias menyaksikan arak-arakan dari pinggiran jalan desa, dan mengelu-elukan para penumpang yang ada di dalam dokar, terutama Bupati Brebes, Idza Priyanti yang selalu menebar senyum sepanjang perjalanan.
     
Sesampai di sekitar kompleks makam yang berlokasi di tengah-tengah areal pertambakan itu, dilakukan serah terima kelambu baru dari bupati ke pengurus makam dengan didahului penyambutan tari-tarian. Sebelum kelambu dimasukkan ke dalam makam, warga berebut buah-buahan serta hasil bumi berbentuk gunungan tepat di sisi barat komples makam. Warga antusias berebut aneka buah-buahan dan hasil  bumi meski harus berdesak-desakkan.

Idza berpesan kepada warga Desa Randusangan Wetan terutama para pengurus untuk senantiasa menjaga kompleks makam agar terawat dengan baik.

"Apalagi sekarang makam ini sedang direhab, saya pesan untuk dirawat sebaik-baiknya meski masih dalam proses rehab karena belum jadi," ujar Idza, Selasa (12/11/2019).

Ia menyebut pemugaran kompleks makam dilakukan memenuhi permintaan banyak warga terutama warga Randusanga Wetan.

"Kita memang sudah berkomitmem kompleks makam Syeh Junaedi ini menjadi destinasi wisata religi di Kabupaten Brebes," ucap Idza.
     
Kepala Bidang Kebudayaan (Kabid) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes Wijanarto menyebut haul Syeh Junaedi tahun 2019 ini menjadi istimewa karena selain dilakukan penggantian kelambu makam juga adanya pemugararan dan revitalisasi kompleks makam.
     
"Pemugaran dan revitalisasi kompleks makam sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dan pemerintah Desa Randusanaga Wetan untuk menjadikan sebagai destinasi wisata religi," ucap Wijanarto.

baca juga: Tim Kemendagri masih Kumpulkan Bukti Desa Fiktif
     
Di Kabupaten Brebes juga ada kompleks makam yang menjadi destinasi wisata religi, yakni Makam Angkawijaya atau Panembahan Losari di Desa Losari Lor.

"Kompleks makam Angkawijaya bahkan sudah lebih dikenal bukan hanya masyarakat Brebes tapi juga Cirebon karena memang Pangeran Angka Wijaya merupakan keturunan dari Kasepuhan Cirebon," tutur Wijanarto. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT