13 November 2019, 07:20 WIB

Gunawan Muhammad Mengaku Kehilangan Sosok Djaduk


Thomas Harming Suwarta | Hiburan

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Djaduk Ferianto

INDONESIA kembali kehilangan putra terbaiknya. Seniman musik Djaduk Ferianto meninggal dunia, Rabu (13/11) pukul 02.30 WIB.

"Kita kehilangan seorang musikus yang membahagiakan orang banyak, seorang teman yg menyenangkan dalam bekerja sama. Djaduk Ferianto wafat. “Urip mung mampir ngombe,” kata orang2 tua. Hidup hanya sekedar singgah untuk minum; tapi Djaduk juga membawa air utk orang lain," cuit Budayawan Gunawan Muhammad lewat akun Twitter @gm_gm sambil mengunggah foto Djaduk, Rabu (13/11).

Menurut rencana, jenasah akan disemayamkan di Padepokan seni Bagong Kussudiardja, Bantul, Yogyakarta dan akan dimakamkan pada pukul 15.00 WIB di makam keluarga Sembungan, Kasihan Bantul.

Baca juga:

Djaduk Ferianto Tutup Usia

Gregorius Djaduk Ferianto lahir di Yogyakarta 19 Juli 1964. Ia dikenal luas sebagai seorang aktor, sutradara, dan musikus.

Ia adalah putra bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia.

Dalam bermusik, dia lebih berkonsentrasi pada penggalian musik-musik tradisi. Djaduk adalah salah satu anggota dari kelompok musik Kua Etnika, musik humor Sinten Remen, dan Teater Gandrik.

Selain bermusik, dia juga menyutradarai beberapa pertunjukan teater dan menggarap ilustrasi musik untuk sinetron di televisi. (OL-2)

BERITA TERKAIT