13 November 2019, 06:10 WIB

Bunga Dipangkas Plafon Ditambah


M Ilham RA | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Andika Wahyu.
  ANTARA FOTO/Andika Wahyu.
PENYALURAN KREDIT UNTUK RAKYAT

PEMERINTAH resmi menurunkan kembali suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari semula 7% menjadi 6% per tahun mulai tahun depan. Keputusan itu diambil untuk mempercepat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

"Telah disepakati bahwa KUR ke depan ialah KUR yang prorakyat karena per 1 Januari 2020 kita setuju untuk diturunkan dari 7% menjadi 6%," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai memimpin rapat koordinasi sejumlah menteri di Jakarta, kemarin.

Tak hanya itu, total plafon KUR juga akan ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020 dan akan terus meningkat bertahap hingga Rp325 triliun pada 2024.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, total plafon KUR itu 36%, yaitu dari Rp140 triliun jadi Rp190 triliun, dan akan terus meningkat lebih dari 100% sampai 2024 sebesar Rp325 triliun," ujarnya.

Ia menekankan, 60% dari total plafon KUR senilai Rp190 triliun tersebut akan dialokasikan untuk sektor produktif, di antaranya pertanian, kelautan, dan pariwisata.

Airlangga melanjutkan, plafon maksimum KUR mikro pun turut ditingkatkan dari semula Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur yang juga akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2020.

Adapun total plafon untuk KUR mikro sektor perdagangan juga dinaikkan dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta.

"Untuk KUR mikro sektor produksi tidak dibatasi," tandas Airlangga.

Menurut dia, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6% akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga yang rendah.

Genjot UMKM

Seusai mengikuti rapat tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan keputusan pemerintah itu menjadi berita positif bagi nelayan. Apalagi juga diikuti dengan penaikan plafon kuota KUR sebesar 36% yang diyakininya mampu menggenjot UMKM di sektor nelayan.

"Nelayan aksesnya akan lebih banyak. Pembinaan kami akan rancang. Jadi, para pelaku usaha di sektor ini yang perlu dan butuh akan lebih mudah diakses. Ini bisa segera diakses," kata Edhy.

Optimisme yang sama juga disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Ia juga berharap keputusan pemerintah itu dibarengi dengan kian mudahnya petani mengakses KUR. "Kita lagi cari solusi untuk memudahkan akses petani. Salah satu bentuk pengendaliannya harus di-leveling ke bawah," tuturnya. (E-2)

BERITA TERKAIT