13 November 2019, 05:20 WIB

Indonesia Terobos Pasar Amerika Latin


(Pra/E-2) | Ekonomi

ANRARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
 ANRARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.
SOSIALISASI KESEPAKATAN DAGANG INDONESIA-CHILI: Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini (tengah)

INDONESIA terus berupaya menerobos pasar-pasar nontradisional, terutama di kawasan Amerika Latin, demi meningkatkan kinerja perdagangan di masa mendatang. Upaya yang terbaru, delegasi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 8 November-13 November 2019 melawat ke Brasil, Kolombia, dan Meksiko.

"Di kawasan Amerika Latin, Indonesia baru menjalin kerja sama perdagangan dengan Cile. Sekarang kami akan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama perdagangan dengan negara Amerika Latin lainnya, seperti Meksiko, Kolombia, dan Mercosur (blok dagang yang berisi negara-negara Amerika Latin, yaitu Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay)," ujar Direktur Perundingan Bilateral Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini melalui keterangan resmi, kemarin.

Ia menyebut banyak negara memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalankan perdagangan dengan Indonesia. Negara-negara tersebut juga sudah membuka diri untuk menjalin kesepakatan dagang.

Untuk memaksimalkan kunjungan ke Brasil, delegasi Indonesia juga menggelar pembicaraan resmi dengan blok Mercosur.

"Pertemuan kemarin berlangsung produktif dan penuh keterbukaan. Kedua pihak melakukan pendalaman terkait dengan kebijakan perdagangan masing-masing dan perjanjian dagang yang dimiliki kedua pihak," jelas Made.

Setelah bertemu Mercosur, delegasi Indonesia beranjak ke Kolombia.

Pada September lalu, Made melanjutkan, Indonesia menerima permintaan usulan pembentukan kerja sama perdagangan bilateral dengan Kolombia melalui partial scope agreement.

Maka dari itu, lawatan kali ini juga dimanfaatkan untuk membahas dan menindaklanjuti perihal tersebut.

Sebelumnya, tim negosiator perdagangan kedua belah pihak telah menggelar diskusi awal melalui konferensi video dan sepakat membentuk kelompok studi kelayakan bersama sebagai landasan kerangka kerja sama. (Pra/E-2)

BERITA TERKAIT