13 November 2019, 04:10 WIB

Sterling Dicoret demi Keharmonisan


(AFP/Faj/R-1) | Sepak Bola

(Photo by Paul ELLIS / AFP)
 (Photo by Paul ELLIS / AFP)
Gelandang Inggris Raheem Sterling 

PELATIH timnas Inggris, Gareth Southgate, mengambil keputusan mempertahankan bek Liverpool Joe Gomez dan mencoret striker Manchester City Raheem Sterling jelang laga kontra Montenegro pada lanjutan Kualifikasi Euro 2022, Jumat (15/11) dini hari. Keputusan itu diambil Southgate untuk menjaga keharmonisan dalam tim.

"Kami mengambil keputusan tidak menyertakan Raheem untuk pertandingan melawan Montenegro. Saya berpikir ini merupakan cara terbaik pada situasi saat ini. Sekarang kita bisa fokus ke laga lawan Montenegro," ujar Southgate.

Sterling terlibat konflik dengan Gomez saat City menghadapi Liverpool dalam lanjutan Liga Primer, awal pekan ini. Di laga tersebut, kedua pemain terlihat adu mulut.

"Kita berada di olahraga yang menyita emosi dan saya akui tersulut emosi waktu itu. Saya dan Joe Gomez baik-baik saja. Ini telah berakhir, kami harus terus melihat ke depan dan tidak membuat ini menjadi besar," ujar Sterling.

Walau tanpa Sterling yang telah mengoleksi delapan gol, termasuk trigol kontra Republik Ceko pada Maret lalu, lini depan the Three Lions diyakini tidak akan berkurang ketajamannya. Southgate masih memiliki opsi beberapa striker tajam, seperti Harry Kane (Tottenham Hotspur), Marcus Rashford (Manchester United), ataupun Tammy Abraham (Chelsea).

Di sisi lain, pelatih timnas Italia Roberto Mancini menegaskan keputusannya memasukkan Mario Balotelli dalam skuad yang dipersiapkan menghadapi Bosnia Herzegovina semata karena alasan teknis. Menurut Mancini, striker Brescia tersebut pantas masuk skuad Azzuri karena memang memiliki kapasitas.

"Saat saya memasukkan namanya dalam tim itu karena ia memang pantas mendapatkan itu dan bukan karena warna kulitnya. Saya sudah sangat menganal siapa dia," ungkapa Mancini.

Sebelumnya, Presiden FIGC Gabriele Gravina menyatakan pemanggilan Balotelli ke timnas Italia akan sesuatu yang berarti untuk memerangi aksi rasialisme di sepak bola Italia. Saat Brescia menghadapi Verona di Seri A pekan lalu, Balotelli jadi sasaran aksi rasialisme pendukung Verona. (AFP/Faj/R-1)

BERITA TERKAIT