12 November 2019, 21:31 WIB

PN Jakpus Gali Alasan Desrizal Pukul Hakim


Selamat Saragih | Megapolitan

Mi
 Mi
Ilustrasi palu sidang

PENGADILAN Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (12/11) menggelar sidang pemeriksaan saksi kasus pemukulan hakim dengan terdakwa Desrizal. Sebanyak lima saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Dua diantaranya adalah Budi Rahmat Iskandar, dan Ekky Rifky Anugrah.

Kedua Saksi merupakan rekan satu tim Desrizal, selaku pengacara pihak penggugat dalam perkara perdata nomor 223/pdt.G/2018/JKT Pst.

Dalam kesaksiannya, Ekky mengatakan, sebelum putusan, terdakwa terlihat optimistis memenangkan perkara perdata No: 233 tersebut.

Alasannya karena ada dua bukti penting yaitu putusan perkara perdata yang yang menghukum PT Geria Wijaya Prestige (GWP) karena wanprestasi, dan diharuskan membayar ganti rugi materiil kepada dua perusahaan, yaitu Bank Agris dan Gaston Investments Limited, masing-masing sebesar lebih dari 20 juta dolar AS.

Dua putusan yang menghukum perusahaan milik Harijanto Karjadi dan Hartono Karjadi itu merupakan produk PN Jakarta Pusat sendiri, dan telah berkekuatan hukum tetap.

Baca juga : Siap Terima Hukuman, Desrizal Minta Hakim Lihat Penyebabnya

Selain itu, juga ada keterangan saksi yanh tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim yaitu kesaksian Jimmy Hermawan Tjahjawidjaja yang mewakili Fireworks Ventures Limited ketika membeli piutang dari PT. Millenium Atlantic Securities dimana Piutang PT. GWP yang dialihkan oleh PT. MAS kepada Fireworks Ventures Limited adalah piutang yang berasal dari PT. Bank PDFCI, PT. Bank Rama dan PT. Bank Dharmala atau hanya 3 piutang bukan seluruh piutang sebagaimana dinyatakan oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Soenarso,

Menurut Ekky, dua bukti putusan pengadilan tersebut menjadi bagian paling penting dalam perkara tersebut.

"Putusan inkracht menghukum saudara tergugat membayarkan utang. Itu tidak dimasukan ke pertimbangan hukum itu. Padahal dengan mengacu putusan itu permasalahan gugatan menjadi terang benderang. Makanya kami semua kaget," papar Ekky.

Keterangan sama diutarakan Budi. Setelah insiden itu terjadi, Ia berbincang-bincang dengan Desrizal. Menurutnya, Desrizal kesal karena hakim tidak mempertimbangkan putusan pengadilan sebelumnya.

"Saya tanya kenapa sih melakukan itu. Terdakwa bilang ke saya, dia kesal dan spontan memukul karena pertimbangan hukum tadi tidak sesuai fakta hukum yang ada dan bukti putusan yang diajukan tidak dipertimbangkan," ujar Budi.

Selain Budi dan Ekky, dalam sidang itu juga dihadirkan saksi lain, yaitu Tirta Mahendra Dwi Putra dari Gaston Investment Limited dan Yudi Kurniawan Haddy sebagai Direktur Alfort Capital Limited.

Tirta dan Yudi mengakui bahwa pihaknya selaku kreditur memenangkan gugatan terhadap PT GWP sesuai bukti salinan putusan pengadilan atas gugatan yang diajukan oleh PT. Bank Agris Perkara No. 26/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst. dan gugatan yang diajukan oleh Gaston Investment Limited Perkara No. 27/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Pst. Kedua putusan tersebut telah inkracht.

Saksi fakta lainnya yang dihadirkan adalah Bahrain Wakil Sekjen Peradi. (OL-7)

BERITA TERKAIT