12 November 2019, 21:10 WIB

Erick Tohir Diminta Kaji Ulang Pemilihan Calon Direksi PLN


mediaindonesia.com | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir.

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir sedang menyiapkan nama-nama untuk mengisi posisi direksi di sejumlah perusahaan plat merah. 

Setidaknya ada lima perusahaan BUMN yang bakal mendapat direksi baru, yakni PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (BRI), PT Inalum (Persero) atau MIND-ID, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Menanggapi hal tersebut, pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar memberikan apresiasi. Dia percaya, langkah Erick Tohir demi terciptanya suasana kinerja maksimal di setiap BUMN. Namun, menurutnya perlu ada pengkajian lagi dalam proses pemilihan tersebut.

"Informasi yang kami terima, khusus untuk PLN, lebih kurang 18 nama calon direksi yang ada di Kementerian BUMN dominan berasal dari anak perusahaan PLN, yang proses rekrutmennya sudah sejak Mei 2019 pada masa Dirut PLN Sofyan Basir, jadi rekrutmen bukan dimasa kepemimpinan Thohir," terang Junisab dalam rilis resminya di Jakarta, Selasa (12/11).

Menurut Junisab, seleksi direksi sebaiknya turut menyertakan orang-orang di lingkaran PLN agar didapat komposisi calon yang ideal.

Di samping itu, orang-orang PLN kemungkinan besar akan lebih mengetahui problematika yang ada di perusahaan penyuplai seterum tersebut ketimbang pihak lain.  

"Agar menjadi ideal harus di-review, dengan cara menyertakan personel yang berimbang dari potensi PLN. Dari pihak luar tetap tidak masalah asal komposisinya tidak dominan. Dengan demikian Menteri BUMN akan mendapat direksi yang mumpuni," tambah Junisab.

Junisab menduga, penyebab calon direksi PLN dominan berasal dari anak perusahaan lantaran ketidak-terbukaan pola rekruitmen. "Menteri BUMN sebaiknya mengkaji ulang sistim yang tertutup layaknya kotak pandora dilingkungan PLN," pungkasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT