12 November 2019, 20:45 WIB

Diguncang Tiga Gempa Beruntun, Warga Ambon Panik


Antara | Nusantara

  (ANTARA/Jimmy Ayal)
  (ANTARA/Jimmy Ayal)
Ilustrasi Warga Kota Ambon terlihat panik dan berusaha mencari tempat yang lebih tinggi 

PULAU Ambon dan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, diguncang tiga kali gempa bumi tektonik beruntun pada Selasa (12/11) malam.  

Gempa bumi tektonik pertama bermagnitudo 5,1 (bukan 5,0) pada kedalaman 10 kilometer kembali mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya membuat warga lari berhamburan keluar rumah mencari tempat-tempat  terbuka.
 
Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon merilis gempa bumi terjadi pada pukul 17.10.42 WIB berpusat di arah selatan Kairatu (Pulau Seram) Kabupaten Seram Bagian Barat pada kedalaman 10 km dan berjarak 25 km arah timur Laut Pulau Ambon.
   
Pusat gempa yang berlokasi di laut pada posisi 3,49 Lintang Selatan dan 128,35 Bujur Timur ini dilaporkan tidak berpotensi tsunami.

Ketika terjadi guncangan yang dirasakan di Pulau Ambon IV MMI ini, warga di pusat perbelanjaan ACC Passo berhamburan keluar dalam kondisi panik karena lampu listrik juga tiba-tiba padam.

Delapan menit pascagempa 5,1 terjadi lagi gempa serupa bermagnitudo  3,3 pada kedalaman 10 km dan dirasakan warga Kota Ambon III MMI, dan pada pukul 17.33.14 WIB terjadi gempa susulan dengan magnitudo 2,6 dan dirasakan warga Desa Liang, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, sebesar III MMI.


Baca juga: Seorang Warga Tewas dalam Kebakaran Belasan Rumah di Banjarmasin


Gempa bumi tektonik yang ketiga ini berpusat di darat pada posisi 3,6 LS dan 128,34 BT arah timur laut Ambon.  

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan atau pun korban jiwa, namun warga Pulau Ambon masih merasa trauma dan tetap bertahan di luar rumah mengantisipasi terjadinya gempa susulan,   

Namun, gempa ini membuat salah satu rumah warga di RT 003/RW 03  Kelurahan Karangpanjang kembali mengalami keretakan pada dinding bagian kamar.   

"Kerusakan pertama pada dindinng dapur yang retak terjadi saat gempa tektonik magnitudo 6,5 pada 26 September 2019 lalu dan lewat beberapa hari kemudian temboknya roboh," kata Julia Patiusen.   

Guncangan gempa tektonik yang tiba-tiba ini juga membuat kondisi sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon macet total karena para pengendara juga merasa panik dan ingin mencari tempat yang lebih tinggi. (OL-1)

BERITA TERKAIT