12 November 2019, 17:58 WIB

Mahfud: Rizieq Bermasalah dengan Hukum Saudi


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/ Mohamad Irfan
 MI/ Mohamad Irfan
Mahfud MD

MENTERI Koordinator Politik dan Keamanan Mahfud MD menegaskan, pemerintah Indonesia tidak pernah mencekal pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Ia menyebut, Rizieq memiliki persoalan dengan pemerintah Arab Saudi, sehingga tidak bisa keluar dari negara tersebut.

Mahfud menegaskan, surat pencekalan seseorang berlaku enam bulan. Jika dalam waktu tersebut tidak diajukan ke pengadilan, maka pihak yang dicekal bisa keluar maupun masuk ke Indonesia.

“Sudah saya cek semua di imigrasi, kepolisian, nggak ada yang cekal dia. Dan menurut hukum Indonesia tidak mungkin 1,5 tahun dicekal atas permintaan Indonesia,” kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/11).

 

Baca juga: Kemenlu akan Klarifikasi soal Klaim Rizieq

 

“Masalahnya, di pemerintah Arab Saudi. Silakan urusannya ke sana, kalau ada sesuatu yang bisa kami bantu, ya dibantu," tambah Mahfud.

Mahfud mempersilakan Rizieq mengirimkan bukti bahwa dia benar-benar dicekal ke Mahfud.

"Kalau dia punya bukti surat dicekal, oleh pemerintah Indonesia, antarkan ke saya entah aslinya entah copynya," kata Mahfud.

Ia mengaku sudah melihat surat yang beredar di media sosial. Menurutnya, surat yang dimaksudn meminta Rizieq tak boleh keluar dari Arab Saudi karena alasan keamanan. Namun tak disebutkan apakah larangan itu atas permintaan Pemerintah Indonesia.

"Yang saya lihat, di dokumen yang beredar di medsos itu, itu Habib Rizieq tidak boleh keluar dari Arab Saudi atas alasan keamanan. Atas alasan keamanan itu disebutkan apakah atas permintaan Pemerintah Indonesia atau bukan, tidak disebutkan di situ," jelasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT