12 November 2019, 17:39 WIB

Pemangkasan Suku Bunga KUR tidak Rugikan Perbankan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/Dhemas Reviyanto
 ANTARA/Dhemas Reviyanto
Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir 

Pemangkasan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 1% tidak merugikan pihak perbankan.

Demikian diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir di kantornya, Selasa (12/11).

Pemerintah telah memangkas suku bunga KUR menjadi 6% dari angka sebelumnya di angka 7%. Keputusan itu berlaku efektif pada Januari 2020. Iskandar menyebutkan, bunga KUR sebenarnya berada di angka 16,5%, namun pemerintah memberikan subsidi sebesar 10,5%.

Dengan suku bunga KUR sebesar 6%, ia menambahkan, pihak perbankan masih berpeluang mendapatkan keuntungan sekitar 2% hingga 3%.

Baca juga: Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR Jadi 6 Persen

Namun, Iskandar tidak merasa heran bila banyak bankir yang seolah berat menerima keputusan pemangkasan suku bunga KUR tersebut. 

"Kalau jadi bankir pasti pura-pura sedih. Padahal realnya, suku bunganya turun 1% itu sudah dapat margin keuntungan 2%-3% dari usaha kecil," kata Iskandar.

Terlebih dengan plafon yang diberikan pemerintah pada 2020 mencapai Rp190 triliun. Perbankan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

"Bayangkan, dari usaha mikro setiap meminjam, dia (perbankan)dapat untung 3%, sudah net itu. Jadi kalau Rp190 triliun, coba bayangkan dapat untungnya berapa itu. Kalau (ada peminjaman) Rp200 juta saja, sudah Rp6 triliun dia untung sendiri," ungkap Iskandar. (A-4)

BERITA TERKAIT