12 November 2019, 17:15 WIB

Cegah Hoaks, Pengenalan Internet Harus dari Keluarga


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA FOTO/Lucky R
 ANTARA FOTO/Lucky R
Sejumlah anak Sekolah Dasar SD Negeri Muara saat belajar mengenal internet, di Muara, Teluknaga, Kabupaten Tangerang

BERITA bohong atau hoaks sering membuat masyarakat resah. Terkadang sampai membuat masyarakat mudah terprovokasi tanpa adanya validasi.

Direktur Eksekutif Yayasan Nawala M Yamin El Rust mengatakan hal utama yang bisa dilakukan untuk menangkal hoaks adalah mengatur akses penggunaan internet bagi pemula (anak-anak).

Seharusnya, pengenalan internet diawali dari keluarga, lalu sekolah dan masyarakat. Selama ini, kata Yamin, sistem pengenalan internet pada anak justru diawali dari masyarakat sekitar.

"Sayangnya yang terjadi saat ini terbalik dari masyarakat baru ke rumah. Ketika anak sudah terpapar dan sulit sekali terlepas dari kandungan negatif berbau radikalisme dan candu," ujar Yamin saat acara Pemanfaatan Internet dan sosialisasi Nilai-nilai Pancasila di Batu, Malang, Selasa (12/11).

Ia pun meminta pada anak atau pihak yang baru belajar internet tidak dilepas di belantara dunia maya. Pengguna awal harus diberikan pendidikan melalui literasi yang ditanamkan sejak dini seperti keluarga, sekolah dan terakhir masyarakat.

Baca juga: Menangkal Hoaks Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Ia pun menyampaikan terkait ciri-ciri hoaks yang mudah dikenali seperti diawali kata-kata bombastis atau sugestif lalu tidak diberitakan pada media mainstream.

"Lalu ada cirinya ialah dikaitkan dengan tokoh publik dan mencoba merasionalkan hal yang tidak masuk akal sehat," tuturnya.

Masyarakat pun bisa memverifikasi berita yang diduga bohong dengan mengecek alamat web/url sumber informasi, cek kata kunci di mesin pencarian dan bandingkan image yang ditampilkan melalui google.(OL-5)

BERITA TERKAIT