12 November 2019, 17:00 WIB

Airlangga: Transmisi Penurunan Suku Bunga Harus Dipercepat


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan bekoordinasi dengan para pelaku usaha sektor jasa keuangan untuk melunakkan kekakuan terkait penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang efektif berlaku pada Januari 2020.

Pada Senin (11/11) misalnya, pihak perbankan baik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun swasta diundang Airlangga untuk mendiskusikan ihwal penurunan suku bunga KUR.

"Kemarin sudah kami jelaskan sebetulnya sudah terjadi penurunan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia. Jadi sebenarnya yang kita minta ini hanya lah transmisi dari penurunan. Tapi transmisi penurunan ini kami minta dipercepat," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (12/11).

Kebijakan pemerintah tersebut, lanjutnya, juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas pelaku usaha jasa keuangan. Penurunan suku bunga KUR juga dianggap sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat menengah ke bawah untuk mengembangkan usaha.

"Pemerintah berpihak pada masyarakat, yang diturunkan pertama bunga KUR. Sehingga dengan turun bunga KUR, maka subsidi bunga itu sebetulnya tetap. Jadi subsidi bunga 10,5% untuk KUR mikro, KUR kecil 5,5% dan KUR TKI 14%," ungkapnya.

Baca juga: KKP Harap Nelayan Dapat Dampak Positif Penurunan Suku Bunga KUR

Selain memangkas suku bunga KUR, pemerintah juga menyepakati soal penyaluran KUR berkelompok. KUR kelompok dinilai mampu menjadi langkah yang tepat.

"Ini yang kita dorong prioritas yang berupa kur klaster jadi sekali analisis itu bisa kelompok yang banyak, bisa ratusan bisa ribuan. Kluster-kluster yang komoditi didorong ekspor dan juga substitusi barang impor. Ini bersifat terintegrasi antara hulu dan hilir mulai dari produksinya, pengolahannya, sampai dengan impornya," imbuh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

"Keunggulan kita banyak sekali mulai dari perikanan tangkap, perikanan udang, pertanian, kelapa sawit, cengkeh, kopi, dan sebagainya. Jadi per komoditi akan kita buat dalam klusternya," sambungnya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebutkan keuntungan bagi perbankan menyalurkan kredit kepada KUR kelompok yakni penghematan biaya.

"Cost-nya jadi jauh lebih murah, kalau saya datang sendiri-sendiri, saya kan mesti meneliti individu debitur, kan mahal. Coba bayangkan kalau satu kelompok ada 50 orang, serahkan saja ke ketua kelompoknya. Costnya lebih murah dan menyalurkannya lebih gampang. Dananya tetap sesuai dengan yang dibutuhkan individu," pungkas Iskandar.(OL-5)

BERITA TERKAIT