12 November 2019, 16:07 WIB

Temanggung Uji Coba Sumur Pantek Hadapi Musim Tanam


Tosiani | Nusantara

MI/Lilik Darmawan
 MI/Lilik Darmawan
Seorang petani membuat sumur pantek.Keberadaan sumur pantek akan menjadi solusi penting lahan pertanian tadah hujan sepanjang musim kemarau.

PEMKAB Temanggung, Jawa Tengah akan melakukan uji coba membuat sumur pantek untuk mengairi sawah tadah hujan di dua lokasi. Yakni di Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen dan Desa Lempuyang wilayah Kecamatan Candiroto. Sumur pantek adalah sumur bor yang dibangun di tengah sawah guna mengairi lahan pertanian di sekelilingnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpangan), Kabupaten Temanggung, Harnani Imtikhamdari menyatakan keberadaan sumur pantek akan menjadi solusi penting lahan pertanian tadah hujan sepanjang musim kemarau.

"Uji coba sumur pantek ini akan dibangun tahun depan di dua lokasi dulu. Jika berhasil maka akan jadi percontohan untuk dibangun di lokasi
lain," ujar Harnani, di Temanggung, Selasa (12/11/2019).

Pembangunan sumur pantek di dua lokasi tersebut rencananya akan dianggarkan dari APBD Kabupaten Temanggung 2020. Sedianya pembangunan satu sumur pantek dengan kedalaman sekitar 50 meter membutuhkan dana sekitar Rp75 juta. Pembangunan dilakukan setelah ada studi geolistrik terlebih dahulu.

baca juga: Cianjur Jadi Percontohan Pengembangan Bunga Krisan

Penggunaan sumur pantek untuk mengairi sawah sudah pernah dilakukan di Kabupaten Klaten, Sragen, dan Karanganyar. Areal sawah tadah hujan di daerah itu bisa diberdayakan lagi saat kemarau setelah diairi dari sumur pantek.

"Berdasarkan pengalaman di daerah lain seperti Sragen, satu sumur pantek bisa mengairi hingga lima hektare sawah," ujar Harnani. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT