12 November 2019, 14:07 WIB

Kalsel Siap Bangkit Bangun Industri Perkayuan


Denny Susanto | Nusantara

Antara
 Antara
Produk kayu gelondongan Kalimantan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bangkit kembali bangun industri perkayuan yang terpuruk sejak dua dekade terakhir dengan menjajaki kerjasama pembangunan hutan di Finlandia serta Estonia.

"Salah satu program utama pemda adalah mengembalikan kejayaan industri perkayuan yang dulu ada di Kalsel. Ini merupakan bagian dari program revolusi hijau," ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol
Nurofiq, siang tadi.

Masa kejayaan industri perkayuan di Kalsel terjadi pada era 1980-an hingga 2000 dimana ada puluhan pabrik kayu skala besar (plywood) dan ratusan industri kayu skala kecil yang memproduksi kayu gelondongan maupun produk jadi dengan pasar dalam dan luar.
Menurut Hanif, terpuruknya industri kayu ini disebabkan bahan baku kayu yang semakin berkurang dan persaingan harga di pasaran.

"Dulu hutan tanaman industri tidak mampu menopang kebutuhan industri kayu, sementara kayu hutan alam semakin habis. Kini pembangunan kembali hutan tanaman industri serta hutan kemasyarakatan diyakini mampu membangkitkan kembali industri perkayuan Kalsel," tuturnya.

Sejalan dengan itu pula Pemprov Kalsel juga berupaya menerapkan pembangunan berbasis kehutanan yang disebut forest city dalam rangka
menjadikan wilayah ini sebagai paru-paru dunia.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Nurul Fajar Desira mengatakan, Pemprov Kalsel memfokuskan pembangunan bidang kehutanan yang disebut Revolusi Hijau. Terkait hal ini Kalsel telah menjajaki kerjasama investasi dengan negara Finlandia dan Estonia di bidang kehutanan.

''Salah satunya adalah pembangunan hutan kemasyarakatan dan pengelolaan sumber daya alam. Dalam waktu dekat Kalsel akan memmberangkatkan kembali delegasi ke Finlandia dan Estonia untuk menindaklanjuti kerjasama yang sudah disepakati dibidang kehutanan. (OL-11)

BERITA TERKAIT