12 November 2019, 13:53 WIB

Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Korupsi Rp477 Miliar


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/Golda Eksa
 MI/Golda Eksa
Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri.

TIM intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berhasil meringkus Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim, 59, terpidana kasus korupsi pengadaan batu bara. Dalam kasus itu, negara merugi hingga Rp477 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, mengatakan Kokos diamankan saat berada di sekitar Jalan TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (11/11) malam. Kokos merupakan buron ke-146 yang ditangkap oleh tim Tangkap Buron (Tabur 31.1) sepanjang 2019.

Penangkapan pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (TME) itu merujuk Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 3318 K/Pid.Sus/2019 tanggal 17 Oktober 2019. Kokos terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi proyek pengadaan cadangan batu bara PT PLN Batubara.

"Kokos terjerat kasus korupsi ketika menjabat Dirut PT TME dan selaku kuasa dari Andri Ferdian sebagai Direktur PT TME. Ia bersama-sama Direktur Utama PT PLN Batubara Khairil Wahyuni mengatur dan mengarahkan untuk membuat nota kesepahaman dan kerja sama operasi pengusahaan penambangan batubara agar diberikan kepada terpidana," kata Mukri, Selasa (12/11).

Baca juga: Intelijen Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Century

Menurut Mukri, terpidana diketahui membuat dan menandatangani nota kesepahaman dan kerja sama kegiatan tersebut tanpa menempuh desk study dan kajian teknis. Kokos juga melakukan pengikatan kerja sama jual beli batu bara yang masih berupa cadangan serta membuat kerja sama tidak sesuai spesifikasi batu bara yang ditawarkan.

Mukri mengemukakan Kokos divonis pidana empat tahun penjara dan denda Rp200 juta. Apabila denda tidak dibayarkan maka diganti pidana kurungan selama enam bulan serta wajib membayar uang pengganti sebesar Rp477 miliar.

Kokos sebelumnya divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Setelah tim penuntut umum mengajukan kasasi, Kokos pun meradang dengan vonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta.(OL-5)

BERITA TERKAIT