12 November 2019, 10:19 WIB

MRT Bantah Stasiun Kerap Jadi Tempat Transaksi Narkoba


Sri Utami | Megapolitan

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
Ilustrasi Stasiun MRT Jakarta

CORPORATE Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin membantah stasiun MRT Jakarta sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Hal tersebut sekaligus menyangkal penangkapan kurir narkoba di stasiun MRT Jakarta, beberapa waktu lalu, di stasiun MRT Haji Nawi Cilandak Jakarta.

"Berdasarkan rapat koordinasi kami dengan Polsek Cilandak, kami menegaskan bahwa  kasus penangkapan tersangka kurir Narkoba tersebut terjadi di luar stasiun MRT Haji  Nawi dan bukan di dalam stasiun MRT Haji Nawi, pada Rabu (30/10) pukul 20:30 WIB," tegasnya, Selasa (12/11).

Pihak keamanan MRT saat ini melakukan koordinasi intensif dengan Polsek Cilandak untuk pencegahan kasus serupa.

Baca juga: Revitalisasi JPO Gunakan Dana KLB

Petugas keamanan MRT juga telah meningkatkan kewaspadaan pemeriksaan di titik masuk penumpang ke dalam stasiun-stasiun MRT.

Sebelumnya, seorang driver ojek online berinisial MG, 21, ditangkap polisi karena mengedarkan narkoba jenis sabu. Dari tersangka, polisi menyita sabu seberat 350 gram.

Anggota Reserse Polsek Cilandak mendapat informasi bahwa di stasiun MRTJ Haji Nawi, Kelurahan Cipete, sering terjadi transaksi narkoba. (OL-2)

BERITA TERKAIT