12 November 2019, 08:59 WIB

Korut Tuding AS Hambat Perdamaian Semenanjung


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Don Emmert
 AFP/Don Emmert
Duta Besar Korut untuk PBB Kim Song

KOREA Utara (Korut), Senin (11/11), menuduh Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pihak yang menghambat kemajuan menuju perdamaian di kawasan Semenanjung Korea, dalam sebuah pidato di PBB.

Berbicara di depan Majelis Umum PBB, Duta Besar Korut Kim Song menyoroti sikap Pyongyang yang belum melakukan uji coba senjata nuklir atau rudal jarak jauh selama lebih dari 20 bulan--sebuah moratorium yang sering dipuji Presiden AS Donald Trump.

"Ini adalah ekspresi paling jelas dari niat baik dan toleransi tulus kami untuk memenuhi keinginan universal masyarakat internasional untuk perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia.

Namun, dia menambahkan, "Situasi Semenanjung Korea belum melepaskan diri dari lingkaran setan ketegangan yang memburuk, yang sepenuhnya disebabkan oleh provokasi politik dan militer yang dilakukan AS."

Baca juga: Warga Terluka Ditembak Polisi Hong Kong

Dia menuduh Washington menggunakan kebijakan permusuhan anakronistis terhadap Korut.

Dia juga menuduh Korsel ‘berperilaku ganda’ dengan memodernisasi militer mereka pada saat yang sama.

Trump memuji hubungannya dengan pemimpin Korut Kim Jong-un dan menyuarakan harapan untuk kesepakatan penting yang berpotensi mengakhiri program nuklir Pyongyang.

Tetapi hanya sedikit kemajuan yang terlihat sejak pertemuan puncak Februari di Hanoi, Vietnam, berakhir tanpa kesepakatan.

Kedua negara mengadakan pembicaraan tingkat kerja bulan lalu di Swedia, tempat Korut kembali mengecam sikap AS, meski Washington menawarkan penilaian yang lebih optimistis.

Korut telah berupaya melakukan upaya-upaya mengakhiri sanksi-sanksi yang menjeratnya tetapi AS bersikeras Pyongyang pertama-tama harus mengambil langkah denuklirisasi yang nyata. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT