12 November 2019, 10:45 WIB

Lakukan Skimming, Warga Rumania Bobol Rp137 Juta Dana Nasabah


Yurike Budiman | Megapolitan

Medcom/Mohammad Rizal
 Medcom/Mohammad Rizal
Ilustrasi pembobolan ATM

POLDA Metro Jaya meringkus dua warga negara Rumania yakni Solomes dan Christea terkait kasus dugaan pencurian data nasabah dari mesin ATM atau lebih dikenal dengan istilah skimming.

Pengungkapan kasus skimming berawal dari laporan salah satu bank yang sejumlah nasabahnya mengalami kekurangan saldo tabungan dalam rekening.

"Penangkapan keduanya berawal dari laporan pihak bank yang nasabahnya kehilangan uang di rekening mereka. Atas dasar laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menemukan beberapa titik penarikan uang yang mencurigakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka memasang alat deep skimmer dan spycam di sejumlah mesin ATM di wilayah Kalimalang, Otista, Cideng, dan Tomang.

"Nominal berkurangnya uang nasabah bervariasi ya. Pemilik rekening tidak merasa melakukan transaksi namun tagihannya ada. Tiap nasabah bervariasi jumlah kekurangan saldonya," kata Argo.

Baca juga: Sering Diejek, Driver Ojol Nekat Bunuh Tetangganya

Sebelumnya, kedua tersangka memasang alat deep skimmer dan spycam pada mesin ATM yang menjadi target. Kedua alat tersebut digunakan untuk menyalin data dan merekam PIN nasabah.

Setelah data dan PIN tersalin, para tersangka memindahkan data ke kartu lain untuk melakukan transaksi atau pun penarikan uang.

"Transaksi yang sudah dia kumpulkan sebesar Rp 137 juta di rekening penampungan," ungkap Argo.

Kedua tersangka dibekuk polisi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/11). Tersangka Solomes terpaksa dilumpuhkan karena melawan petugas saat akan ditangkap di ATM Mandiri sebuah minimarket Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Saat dilakukan penangkapan, polisi terpaksa menembak Solomes hingga tewas.

"Sementara ini masih diurus untuk pemulangan jenazah nya ke negara asalnya," kata Argo.

Sementara, Christea, tersangka yang masih hidup dijerat Pasal 363 KUHP, Pasal 263 KUHP dan Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan atau Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) dan atau Pasal 36 Jo Pasal 51 Ayat (2) UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 3 dan 4 Jo Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. (OL-2)

BERITA TERKAIT