12 November 2019, 06:40 WIB

Asosiasi Apresiasi Besaran Cukai HPTL tidak Berubah


(Ant/E-2) | Ekonomi

ANTARA FOTO/Irfan Anshori
 ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Petugas kantor Bea dan Cukai menunjukkan cairan rokok elektrik (Vape Liquid) yang diimpor dari luar negeri di salah satu outlet penjualan  

KETUA Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto mengapresiasi keputusan Kementerian Keuangan yang tidak melakukan perubahan beban cukai pada hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL).

Keputusan itu dinilai bijaksana dan dapat membantu industri produk tembakau alternatif yang baru mulai beradaptasi.

"Kami berterima kasih pada pemerintah yang memperhatikan kelangsungan industri baru ini dengan tidak menaikkan beban cukai atau HJE minimum HPTL. Keputusan ini sangat bijaksana dan membantu industri kami, yang baru diatur kurang lebih satu tahun ini, untuk beradaptasi pada ketentuan-ketentuan baru yang dijalankan. Hal itu juga memotivasi kami untuk mengevaluasi dan mengembangkan industri baru ini lebih baik lagi," kata Aryo pada wartawan, kemarin.

Pada Oktober lalu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 152/PMK.010.2019 untuk menaikkan cukai dan harga jual eceran (HJE) rokok. Namun, pada beleid tersebut tidak terjadi perubahan ketentuan untuk HPTL.

Aryo melanjutkan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan beban cukai HPTL sudah tepat. Hal itu karena industri produk tembakau alternatif masih baru mulai dan belum berkembang.

"Ada beberapa faktor, salah satunya karena peraturan itu baru diperkenalkan jadi masih ada pelaku usaha HPTL, yang 90% ialah UMKM, belum mendaftarkan usahanya untuk bayar cukai. Kami terus berusaha menyosialisasikan kepada teman-teman mengenai kebijakan Ditjen Bea dan Cukai ini," jelasnya.

Aryo menambahkan pemerintah diharapkan bisa menjaga kelangsungan industri baru itu dengan tidak mengeluarkan peraturan yang memberatkan. Sebab, pengenaan tarif cukai maksimal sebesar 57% sudah cukup membebani industri.

"Kami mohon pada pemerintah untuk memberikan dukungan dengan tidak melakukan perubahan kebijakan cukai atau menaikkan beban cukai yang harus dibayarkan. Kami minta status quo untuk beberapa tahun ke depan, setidaknya sampai industri ini sudah stabil," serunya. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT