12 November 2019, 06:20 WIB

Manulife Bayarkan Klaim Rp4 Triliun


Faustinus Nua | Ekonomi

MI/AGUS M
 MI/AGUS M
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland (tengah)  bersama ratusan karyawan saat pencanangan penerapan program kaizen  

Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) telah membayarkan klaim sebesar Rp4,4 triliun per September 2019. Pembayaran klaim itu menjadi bukti kuat komitmen Manulife terhadap nasabahnya.

Jika dihitung secara rata-rata, Manulife telah membayarkan klaim Rp12 miliar per hari atau Rp500 juta per jam.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland menjelaskan bahwa saat ini Manulife memiliki 2,5 juta nasabah di Indonesia.

Guna meningkatkan layanan kepada nasabah, kata Charland, pihaknya akan menerapkan budaya kerja baru yakni program kaizen untuk meningkatkan performa kerja karyawan yang dampaknya akan mendongkrak tingkat kepuasan nasabah.

"Melalui program ini, para karyawan menjadi lebih produktif dan efisien, sehingga dapat mengoptimalkan performa layanan untuk terus mengutamakan kepentingan nasabah," ujar Charland di sela-sela kegiatan pencanangan penerapan program kaizen di Kantor Pusat Manulife Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Sekitar 450 karyawan tim operasi ikut dalam kegiatan itu. Mereka meliputi tim customer service, underwriting, dan klaim yang semuanya saling bersinergi.

"Sebelum diterapkan ke tim operasi, program ini diterapkan terlebih dulu di tingkat direksi, lalu ke level berikutnya di bawah. Kami akan lakukan ini secara bertahap kepada seluruh karyawan," jelas Charland.

Charland tidak menampik jika Manulife menjadi perusahaan asuransi pertama yang menerapkan kaizen. Program itu mulai diterapkan di Manulife Indonesia sejak Agustus 2019.

Charland menambahkan program ini telah meningkatkan layanan terlihat dari peningkatan follow up call setiap hari dari rata-rata sekita 50 layanan panggilan menjadi 80 layanan panggilan.

Kemudian, penanganan klaim nasabah juga menjadi lebih cepat. Bahkan, ada klaim dari nasabah korporat yang biasanya sekitar enam hari tuntas dilayani, kini hanya sekitar dua hari sudah diterima nasabah.

Selain itu, tim customer service hadir dan siap melayani nasabah bahkan sebelum jam operasional dimulai. "Perubahan budaya kerja di Manulife Indonesia ini pada akhirnya turut dirasakan para nasabah," papar dia.

Kerja sama asuransi

Sementara itu, dua perusahaan keuangan asal Korea Selatan (Korsel) PT Hanwha Life Insurance Indonesia (Hanwha Life) dan PT Bank IBK Indonesia Tbk (Bank IBK Indonesia) secara resmi menjalin kerja sama bancassurance.

"Kami menyambut baik kerja sama bancassurance Hanwha Life dengan Bank IBK Indonesia, yang merupakan sesama perusahaan Korea Selatan," kata CEO Hanwha Life David Yeom.

David menerangkan kemitraan tersebut bersifat jangka panjang. Pihaknya menargetkan premi tahunan ekuivalen (APE) sebesar Rp36,65 miliar selama lima tahun ke depan.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank IBK Indonesia, Park Ju-yong, mengatakan sebagai bank yang memiliki fokus utama pada segmen usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia, pihaknya berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan proteksi dan manfaat lebih kepada nasabahnya.

"Mulai November ini, seluruh nasabah kami memiliki akses untuk menikmati manfaat proteksi dan investasi dari Sejahtera Maxima Link melalui 30 jaringan kantor Bank IBK Indonesia yang tersebar di wilayah Indonesia," katanya. (E-3)

BERITA TERKAIT