12 November 2019, 04:20 WIB

Persaingan Ketat di Cabang Baru


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Atlet kick boxing Indonesia Priscilla Lumban Gaol

ATLET kick boxing Indonesia Priscilla Lumban Gaol menargetkan bisa membawa pulang medali emas dari SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina. Namun, harapannya itu cukup berat untuk terwujud lantaran belum diketahui seberapa besar kekuatan lawan.

Pasalnya, kick boxing merupakan cabang olahraga yang baru dipertandingkan di Filipina. Dengan begitu, bisa dipastikan persaingan akan berlangsung ketat.

"Yang jelas, saya harus lebih siap. Ya, atlet kick boxing di Asia Tenggara memiliki kemampuan luar biasa, termasuk Filipina dan Thailand. Intinya, saya harus lebih banyak melakukan latih tanding karena saya tidak tahu lawan yang akan saya hadapi seperti apa. Saya ditargetkan untuk bisa meraih emas, dan semoga berhasil," kata Priscilla yang pada SEA Games di Filipina nanti akan turun di kelas full contact 48 kg putri.

Selama tiga bulan di Sukabumi, Jawa Barat, Priscilla latihan bersama didampingi Adrieyani Manday. Menurut Adrieyani, performa anak didiknya itu telah meningkat signifikan. Priscilla juga telah melakoni laga uji coba di Jakarta belum lama ini. Namun, Priscilla menguji coba kemampuannya di sebuah kompetisi tarung bebas dan yang jadi lawannya ialah petarung Myanmar Bozhena Antoniyar.

"Pencapaiannya sudah memenuhi standar nasional atlet kick boxing. Selain berjalan dengan lancar, program latihan menunju SEA Games juga menunjukkan hasil positif. Kemajuan teknik dan fisik para atlet sungguh luar biasa setelah satu bulan kami gembleng," jelas Adrieyani.

Di SEA Games Filipina, kick boxing memperebutkan delapan medali emas dengan kelas yang dipertandingkan ialah full contact 51 kg, low kick 54 kg, full contact 57 kg, low kick 60 kg, low kick 63 kg, dan kick light 69 kg. Untuk kelas putri ialah full contact 48 kg dan kick light 52 kg.

 

Tak berharap banyak

Sebanyak 10 atlet Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) akan berjuang untuk mendapatkan medali di Filipina nanti. Namun, menurut Direktur Teknik Tim Tenis Indonesia Frank van Fraayenhoven, Indonesia hanya bisa berharap pada nomor ganda campuran dan ganda putri.

"Kalau untuk tunggal putra, Indonesia tidak ada pemain yang punya peringkat bagus di dunia. Jadi, artinya negara lain punya kesempatan lebih," ujar Fraayenhoven saat ditemui di Wisma Sanita, Pejompongan, Jakarta.

Apa yang disampaikan Fraayenhoven boleh dibilang benar. Apalagi jika melihat pengalaman dari Asian Games 2018, medali emas yang didapat Indonesia ialah dari nomor ganda campuran. Saat itu Christoper Rungkat yang berpa-sangan dengan Aldila Sutjiadi bermain dengan sangat baik. Namun, menurut Fraayenhoven, tidak ada jaminan seratus persen mereka bakal mendapatkan emas lagi.

Meskipun demikian, Fraayenhoven mengatakan, jika para petenis Indonesia mampu bermain dengan baik, bukan tidak mungkin akan muncul hasil yang yang mengejutkan. "Dalam hal ini, semua bergantung pada lawan dari negara lain, dan juga seeding karena hal itu memisahkan pemain yang terbaik dengan nonunggulan," pungkasnya. (Des/*/R-3)

 

BERITA TERKAIT