12 November 2019, 02:00 WIB

Cerita Sampah dari Kolong Tol Wiyoto Wiyono


MI | Megapolitan

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
 MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono

JALAN Sungai Bambu VIII namanya. Lokasinya di Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara, di kolong Tol Wiyoto Wiyono. Dari ujung jalan, bau sampah sudah menusuk hidung. Belasan tukang sampah dengan gerobaknya sibuk hilir mudik menurunkan sampah di pinggir jalan. Warga menamai lokasi pembuangan sampah di sini sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kencana.

"Permasalahannya kemarin ada shovel loader yang rusak. Makanya, saya ambil dari lokasi lain. Perjalanan ke sini kan makan waktu. Masyarakat sudah enggak sabar. Buang di tengah jalan," ungkap Karjono, pegawai Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Tanjung Priok saat ditemui Media Indonesia di lokasi, Kamis (7/11).

Karjono menyebutkan penyebab tumpukan sampah ialah para tukang sampah 'liar' yang jumlahnya 78 orang. Karjono sampai harus meminta bantuan Satpol PP untuk menertibkan mereka.

Ibeng, 57, warga Sungai Bambu mengaku tidak mempermasalahkan viralnya video lautan sampah di TPS Kencana. "Biasa saja. Ini sampah dari 2003 lo di sini," katanya.

Kelurahan Sungai Bambu dan Dinas LH sudah berkoordinasi untuk mencari lokasi pengganti TPS Kencana, tapi selalu diprotes warga. "Kalau ini ditutup, masyarakat juga bingung mau buang sampah ke mana. Dinas LH mengangkut di mana ada tumpukan sampah. Untuk lokasi lahan, dari pihak kelurahan," ujarnya.

Di sisi lain, keberadaan TPS Kencana menjadi ladang rupiah bagi Andi Supriyadi, 45. "Kalau banyak buangan, banyak botol plastik kita dapat. Minimal cukuplah buat anak istri, bisa makan. Sehari minimal 12 kg, ya Rp60 ribulah. Belum dari yang lain. Sehari di bawah Rp200 ribu," katanya. (Tri/J-2)

BERITA TERKAIT