12 November 2019, 00:00 WIB

Rampung 67,3%, LRT Selesai 2021


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Proyek LRT

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Proyek Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) selesai untuk semua rute secara bersamaan pada 2021.

Sementara itu, per 1 Novem-ber ini proyek LRT sudah mencapai progres 67,3%. Untuk progres terbaru lintas Cawang-Cibubur mencapai 86,2%, Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 58,3%, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur sudah mencapai 60,5%.

"Target bulan Juni-Juli 2021 selesai. Operasional LRT akan dilakukan secara langsung bersamaan pada 2021. Semua rute serentak, tidak bertahap," jelas Menhub saat meresmikan bentangan beton panjang (long span) proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kemarin.

Dengan adanya peresmian tersebut, proyek LRT Jabodebek yang berada di ruas Jalan Gatot Soebroto telah tersambung dengan proyek yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan. Proyek yang diresmikan ini bertipe box girder beton dengan radius lengkung 115 meter. Kemudian, panjang bentang utama 148 meter dan beban fondasi pengujian 4.400 ton.

Long span ini disebut meru-pakan yang terpanjang di du-nia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Jembatan bentang ini merupakan titik sulit pembangunan LRT di koridor ini karena berada di atas jalan tol. Sehingga membutuhkan metode khusus dalam membangunnya agar tidak mengganggu dan membahayakan pengguna jalan yang terletak tepat di bawah proyek.

Menteri Budi pun mengungkapkan, proyek ini untuk dapat segera dituntaskan karena sudah ada kota-kota lain yang akan segera menyusul pembangunan angkutan massal LRT yaitu Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.

"Kita harapkan ini menjadi satu alternatif atau pilihan angkutan massal Indonesia yang dapat diandalkan," terang Menhub.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pan-djaitan mengatakan proyek LRT merupakan bentuk hilir-isasi teknologi. Menurutnya, Indonesia harus bangga dalam menggunakan karya dan produk anak negeri. Seperti yang terpatri pada proyek LRT ini, yakni pembangunan dilakukan murni oleh anak bangsa dengan melakukan penerapan teknologi dari Barat.

"Itulah mengapa saya ngotot pembuatan Local Container oleh PT Inka di Madiun. Seka-rang kita sudah berbicara mengenai hilirisasi teknologi. Saya pikir kita harus bangun bangsa ini. Salah satunya lewat human capital dan orang-orang seperti arsitektur Arvila Delitriana yang merancang Jembatan Lengkung Kuningan LRT," ungkapnya.

Proyek LRT ini tidak hanya akan berdampak dari sektor perhubungan saja. Melalui teknologi di bidang transportasi ini akan berdampak pada pengembangan kawasan. Tak ayal, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek LRT ini menjadi proyek percontohan dengan tingkat kesulitan dan penerapan teknologi yang tinggi. (Hld/J-1)

BERITA TERKAIT