11 November 2019, 23:40 WIB

Sosialis Kembali Menang di Pemilu Spanyol


MI | Internasional

AFP
 AFP
Pemilu di Spanyol

PERDANA Menteri Spanyol Pedro Sanchez menghadapi negosiasi yang sulit setelah pemilihan kedua tahun ini menghasilkan parlemen yang menggantung.

Partainya gagal meraih suara mayoritas sehingga membuatnya tidak dapat membentuk pemerintahan.
Sanchez dari Partai Sosialis muncul sebagai pemenang tetapi suara partainya menurun dalam pemilu ulang, Minggu (10/11). Pemilu ini juga mendorong partai Vox yang beraliran kanan naik ke urutan ketiga. Hasil pemilu ini diyakini akan memperdalam kekacauan politik di Spanyol.

Di tempat kedua adalah Partai Populer, yang meraup 88 mandat (hampir 21%), naik dari 66 kursi dalam jajak pendapat sebelumnya.

Diumumkan sekitar empat jam setelah tempat pemungutan suara ditutup, hasil akhir menunjukkan kaum Sosialis meraih 120 dari 350 kursi parlemen (28% suara), sementara Vox memperoleh 52 (15%) lebih dari dua kali lipat dari raihan sebelumnya.

Vox baru melakukan debut parlementer pada April ketika memenangi 24 mandat dalam kemenangan terbesar oleh sayap kanan sejak Spanyol kembali ke demokrasi paskakematian diktator Francisco Franco pada 1975.

Sebelumnya, PM Sanchez memperkirakan pemilu ulang ini akan memperkuat cengkeraman partainya di Spanyol. Namun kenyataannya malah berakhir dengan turunnya jumlah perolehan kursi Partai Sosialis dibandingkan hasil pemungutan suara sebelumnya yaitu April 2019.

Hasil perolehan pemilu kali ini juga masih  jauh dari target 176 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan secara langsung.

“Dengan berbagai cara kami akan membentuk pemerintahan progresif dan membuka blokade kebuntuan politik. Kami menyerukan semua partai politik untuk bergabung dalam koalisi,” kata Sanchez.

Kampanye pemilu kali ini dibayangi oleh krisis separatis Catalonia. Partai-partai politik sayap kanan memanfaatkan krisis itu untuk mencari simpati warga dan berhasil membuat terobosan signifikan ke arena politik Spanyol.

Sementara itu, pengamat politik Teneo Antonio Barroso mengatakan pemilu saat ini hanya akan memperpanjang kekacauan politik di negara dengan tingkat ekonomi terbesar keempat di Eropa tersebut.

“Hasilnya akan membuat pembentukan pemerintah baru menjadi lebih sulit karena fragmentasi mendalam di parlemen dan kebangkitan Vox,” ujarnya. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT