11 November 2019, 23:00 WIB

Kebakaran Hutan Melanda Australia


MI | Internasional

AFP
 AFP
Kebakaran hutan di Australia

DUA negara bagian Australia telah mengumumkan keadaan darurat akibat kebakaran hutan yang membawa ancaman bencana ke daerah-daerah berpenduduk padat di timur negara tersebut.

Paling tidak tiga orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya telantar akibat kondisi cuaca yang berbahaya di negara bagian New South Wales dan Queens­land dalam tiga hari terakhir.

Akan tetapi, para pejabat se­tempat mengatakan bahaya terburuk akibat kebakaran hutan akan mengancam daerah-daerah di sekitar Sydney, kota terbesar di negara tersebut.

Lebih dari 120 kasus kebakaran hutan kini mengancam warga di kedua negara bagian. Di negara bagian New South Wales, api telah membakar 970.000 hektare lahan dan menghancurkan 150 rumah. Sementara itu, sembilan rumah telah dilaporkan hancur dilalap api di negara bagian Queensland.

“Semua orang harus waspada di mana pun berada dan semua warga harus bersiap menanggung kondisi yang terburuk,” kata Perdana Menteri negara bagian New South Wales, Gladys Berejiklian, kemarin.

Di sisi lain, pemerintah konservatif Australia menolak untuk menanggapi apakah perubahan iklim telah berkontribusi terhadap bencana kebakaran hutan tersebut. Tanggapan pemerintah tersebut kini menuai kritik dari warga Australia.

“Satu-satunya pikiran saya hari ini ialah bagaimana membantu warga yang kehilangan harta benda,” kata Perdana Menteri Scott Morrison, Minggu (10/11).

Sementara itu, otoritas pemadam kebakaran New South Wales telah mengeluarkan tingkat peringatan tertinggi untuk pertama kalinya sejak peringatan kebakaran baru diperkenalkan satu dekade lalu, yaitu setelah bencana kebakaran yang mematikan, black Saturday, terjadi di Australia.

Peringatan bencana kini  ditetapkan untuk seluruh wilayah Sydney yang lebih luas dan wilayah di utara dan selatan kota tersebut.

“Tidak ada bangunan yang akan bisa tahan terhadap kebakaran hebat seperti ini,” ujar pejabat dinas pemadam kebakaran New South Wales, Shane Fitzsimmons.

Musim kemarau selama berbulan-bulan telah membuat tanah di timur Australia kering kerontang dan rawan dilanda kebakaran.

Menurut pakar dari Monash University, Paul Read, banyak kasus kebakaran terjadi sejak Oktober. Artinya, kasus itu terjadi lebih awal dan akan makin memburuk di saat datangnya musim panas. “Bahaya lainnya datang dari asap kebakaran terhadap kesehatan warga,” tambahnya.

Asap itu sendiri kini dilaporkan telah mencapai New Caledonia yang berjarak 1.500 km dari Australia. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT