11 November 2019, 19:10 WIB

Kemenkes Didorong Terbitkan Regulasi Rokok Elektrik


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

AFP
 AFP
ilustrasi; Pengguna Vape

PENGAMAT kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, mengatakan untuk mengisi kekosongan peraturan mengenai rokok elektrik atau vape, Kementerian Kesehatan dapat mengeluarkan peraturan atau imbauan kepada masyarakat.

"Jadi sepanjang menunggu revisi peraturan pemerintah (PP) nomor 109 itu, menurut saya untuk vape dikeluarkan saja peraturannya sendirian. Peraturan permenkes saja atau imbauan," kata Trubus lewat sambubgan telepon, Jakarta, Senin, (11/11).

Ia mengatakan untuk peraturan sebaiknya fokus pada arah perilaku penggunaan dan bahaya pemakaian vape.

"Kalau menurut saya peraturanya lebih perilaku pengguna supaya tidak merugikan pelaku rokok yang pasif. Selama ini kan kalau rokok permasalahannya di perilaku. Perilaku perokok aktif dapat berpengaruh ke perokok pasif yang berbahaya kan itu, itu yang saya rasa dapat diatur, supaya perilaku merokok dapat dibatasi. Bisa semacam Permenkes atau imbaun bahaya vape apapun yang terkait dengan vape itu," ujarnya.

Dikatakanya, alasan Kementerian Kesehatan harus mengeluarkan peraturan dikarenakan sudah banyak kasus-kasus di luar negeri yang menyatakan vape lebih berbahaya dari rokok konvensional.

"Vape itukan sebenarnya jauh lebih bahaya dari rokok konvensional, karena memang itu tidak ada filternya, karena memang itu semata-mata asap dan langsung ke paru-paru," tukasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT