11 November 2019, 18:20 WIB

Pemilu Spanyol: Sosialis Gagal Meraih Mayoritas


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Perdana Menteri Pedro Sanchez

PERDANA Menteri Pedro Sanchez menghadapi negosiasi yang sulit setelah pemilihan kedua tahun ini menghasilkan parlemen yang menggantung. Partainya gagal meraih suara mayoritas sehingga membuatnya tidak dapat membentuk pemerintahan.

Sanchez dari Partai Sosialis muncul sebagai pemenang tetapi melemah dalam pemilu ulang, Minggu (10/11) waktu setempat, yang mendorong Partai Vox sayap kanan ke tempat ketiga dalam hasil yang akan memperdalam tahun kekacauan politik.

Ia telah bertaruh pemilu parlemen ulang akan memperkuat cengkramannya pada kekuasaan, tetapi berakhir dengan meraih lebih sedikit kursi daripada dalam pemungutan suara sebelumnya pada April dan lebih jauh dari 176 mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan secara langsung.

"Dengan satu atau lain cara kami akan membentuk pemerintahan progresif dan membuka blockade kebuntuan politik ... Kami menyerukan semua partai politik, kecuali mereka yang bekerja melawan koeksistensi dan menumbuhkan kebencian," kata Sanchez.

Kampanye telah dibayangi oleh krisis separatis Catalonia yang menjadi mainan politik sayap kanan yang selama tahun lalu telah membuat terobosan signifikan ke arena politik Spanyol.


Baca juga: Pengunduran Presiden Morales Disambut Meriah Warga Bolivia


Diumumkan sekitar empat jam setelah tempat pemungutan suara ditutup, hasil akhir menunjukkan kaum Sosialis meraih 120 dari 350 kursi parlemen (28% suara), sementara Vox memperoleh 52 (15%)--lebih dari dua kali lipat dari raihan sebelumnya.

Vox baru melakukan debut parlementer pada April ketika memenangi 24 mandat dalam pertunjukan terbesar oleh sayap kanan sejak Spanyol kembali ke demokrasi setelah kematian diktator Francisco Franco pada 1975.

Di tempat kedua ialah Partai Populer, yang meraup 88 mandat (hampir 21%), naik dari 66 dalam jajak pendapat sebelumnya.

Pemungutan suara Minggu hanya akan memperpanjang kekacauan politik kronis di negara dengan ekonomi terbesar keempat zona Euro itu, analis Teneo Antonio Barroso mengatakan kepada AFP.

"Hasilnya akan membuat pembentukan pemerintah lebih sulit karena fragmentasi mendalam parlemen dan kebangkitan Vox," ujarnya.

Ia memperingatkan perpecahan sangat bermasalah sehingga tidak mungkin untuk mengesampingkan pemilu lagi. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT