11 November 2019, 16:57 WIB

Jokowi Minta Menterinya Kuatkan Neraca Perdagangan


Akmal Fauzi | Ekonomi

Antara
 Antara
Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo meminta jajaran menterinya untuk fokus dalam upaya penguatan neraca perdagangan. Salah satunya dengan cara mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi penyumbang defisit terbesar.

"Pembangunan kilang harus menjadi prioritas dan lifting produksi minyak di dalam negeri juga harus kita tingkatkan," kata Jokowi saat rapat terbatas terkait penguatan neraca perdagangan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11).

 

Baca juga: Menhub Targetkan LRT Jabodebek Selesai 2021

 

Selain itu, kata dia, pengolahan energi baru terbarukan harus dipercepat, seperti B20 untuk segera bisa masuk ke B30 lalu B100 hingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Terkait dengan sektor substitusi barang-barang impor, lanjut dia, juga harus dibuka lebar sehingga komoditas pengganti barang-barang yang selama ini didatangkan dari luar negeri dapat diproduksi di Tanah Air.

"Juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar nontradisional yang selama ini belum kita perhatikan terutama di Afrika, di Asia Selatan, dan juga di kawasan-kawasan Indo-Pasifik,” jelasnya.

Kepala Negara juga menekankan upaya promosi besar-besaran terhadap produk-produk ekspor maupun sektor wisata dan investasi Indonesia. Ia menggarisbawahi agar upaya promosi atau pameran yang dilakukan dapat dipersiapkan dengan baik sejak jauh hari sehingga dapat membangun sebuah citra yang baik bagi Indonesia.

"Kalau mau pameran yang (acara) besar sekalian. Disiapkan setahun sebelumnya secara baik sehingga saat pameran betul-betul akan menguatkan brand dan image Indonesia baik kepada pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita," imbuh mantan Wali Kota Solo itu. (OL-8)

BERITA TERKAIT