11 November 2019, 14:20 WIB

Daerah di Jateng Perbarui Peta Rawan Bencana


Akhmad Safuan | Nusantara

ANTARA FOTO/Basri Marzuki
 ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Ilustrasi: Warga mengidentifikasi lokasi huniannya di peta zona rawan bencana Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala)

MENGHADAPI musim penghujan yang mulai meningkat, daerah di Jawa Tengah mulai memperbarui peta wilayah rawan bencana seperti banjir, longsor dan angin ribut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus siaga untuk mengantisipasi jatuhnya korban dan bencana yang lebih besar.

Pemantauan Media Indonesia, Senin (11/11), perubahan cuaca dari kemarau ke musim penghujan di beberapa daerah Jawa Tengah mulai terjadi, seperti bencana angin ribut dan longsor. Meskipun intensitas hujan belum tinggi namun telah mengubah kondisi berbagai wilayah dengan munculnya bencana alam hingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Beberapa bencana telah terjadi, seperti longsor di Semarang dan Banjarnegara, kemudian angin ribut di Demak, Pati, Grobogan dan Blora sejak awal November hingga merusak ratusan rumah warga, sekolah dan musala.

Guna mengantisipasi terjadinya bencana saat musim hujan, beberapa daerah di Jawa Tengah mulai melakukan pemetaan wilayah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor hingga angin ribut yang diprediksi semakin banyak terjadi di Desember-Januari 2020.

Di Kabupaten Pekalongan, titik rawan banjir terdapat di beberapa kecamatan yakni Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Tirto, Wonopringgo, Sragi, Buaran, Bojong dan Kedungwuni, baik akibat intensitas hujan tinggi maupun rob.

Sedangkan wilayah rawan longsor di Pekalongan terdapat di Kecamatan Kandangserang, Petungkriyono, Doro, Kajen, Karanganyar, Lebakbarang, Paninggaran dan Talun.

"Bencana angin puting beliung hampir merata mengancam di 19 kecamatan yang ada," kata Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo.

Baca juga: Gubernur Jateng Minta Warga di Daerah Rawan Bencana Waspada

Berbagai antisipasi terhadap bencana, lanjut Budi, telah dilakukan dengan menyiagakan petugas selama 24 jam untuk memantau dan menyiapkan berbagai kelengkapan seperti perahu karet, tenda pengungsi dan dapur umum hingga logistik berikut obat-obatan.

Hal serupa juga dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kudus. Untuk wilayah rawan banjir di Kota Keretek terdapat di Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan dan Kaliwung, sedangkan rawan longsor ada di Kecamatan Dawe dan Gebog.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergar Catursasi mengatakan selain telah berkoordinasi dengan instansi terkait, juga telah melakukan sosialisasi kepada warga di daerah rawan bencana untuk waspada terutama saat malam hari dengan intensitas hujan yang tinggi.

Sedangkan BPBD Kendal dalam pemetaan wilayah rawan bencana menyebutkan di daerah di barat Kota Semarang ini terdapat 113 desa/kelurahan rawan banjir dan 73 desa/kelurahan rawan longsor.

"Kita telah petakan untuk antisipasi terjadinya bencana itu," kata Kepala BPBD Kendal Slamet.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT