11 November 2019, 13:41 WIB

NasDem akan Gelar Konvensi Capres pada 2022


Whisnu Mardiansyah | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Sugeng Suparwoto

KONGRES II Partai NasDem menghasilkan rekomendasi politik menghadapi Pilpres 2024. NasDem akan menggelar penjaringan calon presiden melalui mekanisme konvensi dua tahun sebelum pelaksanaan Pilpres 2024.

"NasDem akan melakukan Konvensi untuk calon presiden 2024. Prinsipnya adalah Nasdem akan mencari calon-calon pemimpin atau calon presiden dan wakil presiden dalam kontestasi pemilihan presiden nanti adalah putra putri terbaik bangsa ini," kata Wakil Ketua Stering Committee Kongres II Partai NasDem Sugeng Suparwoto di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

NasDem membuka seluas-luasnya kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk ikut konvensi. Konvensi itu tidak hanya diprioritaskan bagi para kader NasDem. Kompetensi dan kapasitas lebih diutamakan menjaring calon presiden 2024 nanti.

"Konvensi bersifat terbuka seluas-luasnya dan konvensi Insyaallah akan dilaksanakan dua tahun sebelum Pemilu. Jadi, kalau Pemilu 2024, konvensi dalam rangka mencari calon calon presiden dan wakil presiden akan dilaksanakan diselenggarakan pada 2022," jelas Sugeng.

Baca juga: Surya Paloh Kembali Jadi Ketua Umum NasDem

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate menyampaikan mekanisme konvensi akan melibatkan elemen masyarakat. Calon yang terpilih benar-benar potensial diukur dari kapabilitas dan elektabilitasnya.

"Model konvensi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, dunia perguruan tinggi, tokoh tokoh agama, tokoh masyarakat, pegiat sosial lembaga swadaya, rekan-rekan partai politik, organisasi massa untuk berpartisipasi dalam konvensi," jelas Johnny.

NasDem masih melihat perkembangan dinamika politik yang berkembang dalam satu, dua tahun ke depan. Penjaringan nama-nama kemungkinan dilakukan tahun depan.

"Misalnya salah satu opsi apa mekanisme akhir nanti dalam rangka pencalonan akhir presiden 2024 kami menunggu perubahan perkembangan dan dinamisnya politik Indonesia setelah 2019," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT