11 November 2019, 14:15 WIB

Priscilla Lumban Gaol Siap Bawa Pulang Emas dari SEA Games 2019


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA/Muhammad Adimaja
 ANTARA/Muhammad Adimaja
Priscilla Hertati Lumban Gaol 

MENJELANG perhelatan SEA Games 2019, persiapan dan pematangan dari berbagai cabang olahraga maupun para atlet terus digencarkan. Salah satu atlet yang menyatakan siap mewakili Indonesia di ajang terbesar di Asia Tenggara tersebut ialah Priscilla Hertati Lumban Gaol dari cabor kick boxing.

Tidak tanggung-tanggung, atlet berpostur 155 cm yang turun di kelas full contact 48 kg putri itu pun membidik torehan medali emas. Priscilla mengaku segala persiapan telah dilakukan.

Selain menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC) Cisaat Sukabumi, Jawa Barat, Priscilla juga ikut ambil bagian dalam pertarungan seni bela diri campuran (MMA) ONE Championship.

Ia mengatakan ajang ini juga sekaligus menjadi persiapan atau uji coba menuju SEA Games 2019.

Baca juga: Tiara Prastika Jadi Andalan PB ISSI di SEA Games 2019

Belum lama ini, Priscilla sukses memenangi pertandingan bertajuk Dawn of Valor di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, akhir Oktober lalu.

Dalam ajang tersebut, petarung Siam Training Camp itu berhasil mengalahkan petarung asal Myanmar Bozhena Antoniyar dengan kemenangan angka mutlak.

“Memang cara bertarung di One Champhionship berbeda dengan kickboxing. Bedanya, kickboxing tidak menggunakan sikut dan kuncian, hanya tangan dan kaki yang dipergunakan. Bagi saya, ini menjadi salah satu bagian dari persiapan menuju SEA Games," ungkap Priscilla kepada Media Indonesia, Senin (11/11).

Dalam kesempatan itu, Priscilla juga mengatakan peta persaingan cabor kick boxing dalam ajang SEA Games nanti diprediksi akan berlangsung ketat.

Terlebih, ini merupakan kali pertama bagi olahraga kick boxing dipertandingkan pada SEA Games.

Menurut Priscilla, sulit untuk bisa mendikte siapa yang akan menjadi lawan nanti.

“Yang jelas, saya harus lebih siap. Ya, atlet kickboxing di Asia Tenggara memiliki kemampuan luar biasa, termasuk Filipina dan Thailand. Intinya, saya harus lebih banyak melakukan latih tanding. Karena saya tidak tahu lawan yang akan saya hadapi seperti apa. Saya ditargetkan untuk bisa meraih emas dan semoga berhasil,” lanjutnya.

Skuat pelatnas kickboxing sendiri telah berlatih selama tiga bulan di Sukabumi.

Pelatih Indonesia, Adrieyani Manday, mengatakan anak didiknya pun telah mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, pada satu bulan pertama Vo2Max atlet mengalami peningkatan dari sebelumnya, di bawah 50, menjadi 55.

“Pencapaian ini sudah memenuhi standar nasional atlet kickboxing. Selain berjalan dengan lancar, program pelatnas menunju SEA Games juga menunjukkan hasil positif. Kemajuan teknik dan fisik para atlet sungguh luar biasa setelah satu bulan kami gembleng di pelatnas di ISTC,” tambah Adrieyani.

Selain Priscilla, sejumlah atlet juga telah mengikuti uji coba di Taiwan. Di sana mereka berlatih bersama pelatih asal Kirgiztan yang juga merupakan juara dunia kickboxing.

Mereka mendapat pembekalan mulai dari teori hingga praktik langsung pertarungan kickboxing. Tidak hanya peningkatan kemampuan, namun berbagai mereka juga mendapat teknik baru.

Pada ajang SEA Games nanti, cabor kickboxing akan memperebutkan delapan medali emas. Rencananya cabor ini akan dipertandingkan di PICC Forum, Pasay, 7-10 Desember mendatang.

Adapun kelas yang akan dipertandingkan untuk putra ialah Full contact-51kg, Low kick 54kg, Full contact 57kg, Low kick 60kg, Low kick 63kg, dan Kick Light 69kg. Sedangkan putri, full contact 48kg dan Kick light- 52kg. (OL-2)

BERITA TERKAIT