11 November 2019, 13:15 WIB

Pemkab Cianjur Alokasikan Dana Rp10,8 M untuk Pilkades Serentak


Benny Bastiandy | Nusantara

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
 ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Ilustrasi Surat Suara Pilkades di Kabupaten Bogor

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiapkan anggaran sekitar Rp10,8 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak tahun depan. Estimasi pengalokasian anggaran sebesar itu di antaranya berupa subsidi per desa ditambah dengan bantuan per hak pilih.

"Anggaran Pilkades serentak sudah dialokasikan totalnya sebesar lebih kurang Rp10,8 miliar," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial, kepada Media Indonesia, Senin (11/11).

Pilkades serentak di Kabupaten Cianjur akan digelar di 248 desa. Rencananya, Pilkades akan digelar pada 23 Februari 2020. Danial menyebutkan bantuan subsidi per desa dialokasikan sebesar Rp20 juta. Selain itu, terdapat juga bantuan sebesar Rp5 ribu per hak pilih.

"Jadi, anggaran sebesar Rp10,8 miliar itu untuk bantuan per desa sebesar Rp20 juta ditambah Rp5 ribu per hak pilih," jelas Danial.

Baca juga: 248 Desa di Cianjur akan Gelar Pilkades Serentak 2020

Saat ini, tahapan Pilkades serentak masih dalam proses pemutakhiran data pemilih yang mengacu pada DPT Pemilu 2019.

"Sekarang Panitia Pilkades masih melakukan pemutakhiran data. Nanti hasil pemutakhiran data akan menjadi DPS (data pemilih sementara). Selanjutnya dimutakhirkan lagi sehingga menjadi DPT," tuturnya.

Target penyelesaian pemutakhiran data pemilih, pekan ini. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pembekalan kepada para Panitia Pilkades.

"Masih cukup panjang tahapannya sebelum masuk pada pemungutan suara pada 24 Februari 2020. Untuk pendaftaran balon kades akan dilaksanakan Desember 2019," pungkasnya.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku APBD 2020 banyak tersedot untuk pelaksanaan perhelatan pesta demokrasi. Selain Pilkada serentak 2020 yang menyedot anggaran hampir Rp100 miliar, beban APBD juga harus memprioritaskan anggaran untuk Pilkades serentak.

"Beban APBD tahun depan memang cukup berat karena kita melaksanakan Pilkada dan Pilkades serentak. Mau atau tidak mau, anggaran pelaksanaannya harus jadi prioritas," tegas Herman.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT