10 November 2019, 23:10 WIB

NasDem Jadi Motor Inovasi Pembangunan Daerah


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut tiga cara agar Indonesia menjadi negara adidaya dan kebermanfaatan anggota dewan kepada masyarakat karena itulah yang menjadi kunci dalam menjalankan tugas dan amanah sebagai wakil masyarakat.

"Hakikat kita sebagai anggota dewan itu niatkan diri sebagai ibadah. Kemuliaan kita bukan dari jabatan kita, melainkan dari perbuataan kita. Buat apa jadi anggota dewan/gubernur kalau masyarakat tidak merasakan manfaatnya. Lebih baik jadi ketua RT yang memberikan manfaat kepada masyarakat," tutur Emil saat menjadi mengisi materi Workshop Nasional Partai Fraksi NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Dalam menjadikan negara yang sejahtera, makmur, dan kuat, sebut Emil, ada tiga hal yang harus dijalankan dan tingkatkan oleh anggota legislatif maupun eksekutif. Pertama, menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

"Syarat utama yang pertama ialah ekonomi harus dijaga 5% (stabil) dengan didukung infrastruktur yang telah dibangun pemerintah dan penerapan digitalisasi pada pembangunan masyarakat, seharusnya kita mampu mencapai itu," tuturnya.

Emil menambahkan, pengaruh teknologi dalam menjaga stabilitas juga penting."Misalkan di Balai Desa itu saya pasang alat digital bekerja sama dengan startup Tokopedia agar masyarakat desa bisa langsung menjual produknya ke seluruh Indonesia melalui digital," terangnya.

Selanjutnya, yang kedua ialah peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan kemampuan berbahasa Inggris untuk masyarakat Indonesia. Ketiga ialah menjaga perdamaian, karena menurutnya, tidak akan ada pembangunan kalau tidak ada perdamaian. Perlu adanya usaha memastikan perdamaian demi mendorong kemajuan bangsa dan negara.

 

Tiga poin

Pemberi materi lain, yakni Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki membeberkan tiga poin jitu agar UMKM dan koperasi Indonesia bisa berjaya. Ia menyebutkan era disrupsi ini justru bisa menjadi peluang besar bagi dua sektor tersebut. "Pertama, manfaatkan digitalisasi ini dengan membuat platform yang bisa memperluas pasar UMKM. Kedua, memberikan sentuhan teknologi produksi atas produk-produk UMKM. Dan ketiga, menyediakan fasilitas skim pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik UMKM," ujarnya.

Teten menambahkan, untuk bisa mengakses pembiayaan khususnya dari perbankan, para UMKM atau kelompok tani itu bisa tergabung dalam wadah koperasi sehingga memiliki badan hukum, yang memudahkan lembaga pembiayaan seperti perbankan untuk bisa membiayai. Artinya, koperasi menjadi agregasi dari UMKM semisal kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kuliner, maupun kerajinan.

Disebut sebagai agregasi karena sektor UMKM terhitung sangat luas dan rumit. "Dengan jumlah 63 juta lebih, 98% ialah usaha mikro, butuh kebijakan yang bisa menjangkau semua. (P-1)

BERITA TERKAIT