11 November 2019, 02:00 WIB

Buku KIR Palsu Rugikan Negara Miliaran Rupiah


MI | Megapolitan

Ist
 Ist
Buku KIR palsu

KAPOLRES Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan pihaknya telah menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku pemalsuan buku Kartu Uji Berkala (KIR) di kawasan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (9/11).

"Iya, kedua pelaku merupakan ayah dan anak, berinisial BS, 67, dan RA, 35. Mereka mengakui telah memalsukan buku KIR sejak 2007 dengan modus biro jasa," kata Budhi di Polres Jakarta Utara, Minggu (10/11).

Selain BS dan RA, menurut Budhi, masih ada tersangka lainnya yang masih buron, yaitu ND yang berperan sebagai pemasok bahan. Sementara itu, peran RA sebagai pemalsu buku KIR dan BS sebagai bagian pemasaran.

"Karena sudah beroperasi sejak 12 tahun lalu, mereka sudah mengantongi omzet miliaran rupiah dari aksi kejahatan ini," jelas Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat dimintai keterangan, Minggu (10/11).

Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengambil upah sebesar Rp280 ribu hingga Rp350 ribu per buku KIR. Padahal, harga resmi buku KIR hanya Rp92 ribu.

"Keuntungan minimal Rp10 miliar. Sekarang mereka mencetak atau memalsukan dengan pesanan kepada sebagian besar angkutan barang. Ada juga angkutan penumpang (bus)," lanjutnya.

Menurut Wirdhanto, kebanyakan korban terjebak dengan modus para pelaku yang menjanjikan kemudahan dalam pengurusan KIR. "Pelaku bisa mendapatkan perpanjangan KIR tanpa harus membawa kendaraan ke UPT PKB," kata Wirdhanto.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain 530 buku KIR palsu dan 730 stiker. Para pelaku ini dijerat Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (Fer/J-2)

BERITA TERKAIT