10 November 2019, 16:30 WIB

Menjadi Pahlawan Masa Kini dengan tidak Menyebar Hoaks


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
Wagub Babel Abdul Fatah

SETIAP warga negara Indonesia dapat menjadi pahlawan masa kini melalui aksi nyata untuk memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bisa dilakukan dengan tolong menolong kepada warga yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan hoaks, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain," kata Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah saat membacakan sambutan Menteri Sosial RI pada upacara peringatan Hari Pahlawan ke 74, Minggu (10/11) pagi di lapangan upacara kantor Gubernur Bangka Belitung.

Menurutnya, dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di internasional.

"Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat," ujarnya.

Baca juga: Relawan Turun Tangan Tanamkan Kepahlawanan

Abdul Fatah mengingatkan, jangan biarkan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu negeri dengan tetesan darah dan air mata menjadi sia-sia. Jangan biarkan tangan-tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggung jawab merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jangan biarkan negeri kita terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain," tuturnya.

Wakil Gubernur mengajak semua elemen masyarakat untuk memaknai Hari Pahlawan dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun negeri menuju Indonesia maju.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT