10 November 2019, 15:15 WIB

Jadi Ketua Ikanas STAN, Helmy Yahya Siap Lakukan Rebranding


Faustinus Nua | Humaniora

MI/Faustinus Nua
 MI/Faustinus Nua
Helmi Yahya dan Irwanda Wisnu Wardhana dipilih sebagai ketua dan wakil ketua Ikanas STAN periode kerja 2019-2022.

IKATAN Keluarga Alumni Pendidikan Kedinasan STAN (Ikanas STAN) menyelenggarakan Kongres VII dan Reuni Akbar di Kampus Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (10/11).

Dari hasil Kongres VII tersebut, Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dan Irwanda Wisnu Wardhana dipilih sebagai ketua dan wakil ketua untuk periode kerja 2019-2022.

"Hari ini, kita menyelesaikan sebuah pelajaran penting dalam kongres Ikanas. Belajar berdemokrasi, belajar saling mendengar, belajar juga saling menghormati dan alhamdulilah saya dan Wisnu mendapat amanah. Ini amanah bukan jabatan," kata Helmi di sela-sela kongres Ikanas VII, Minggu (10/11).

Dengan posisinya yang baru sebagai ketua Ikanas STAN, Helmi menjelaskan ia bersama semua alumni akan bekerja sama membuat Ikanas menjadi lebih baik lagi.

Baca juga: Perpustakaan Unhas Hadirkan Braille Corner Pertama di Indonesia

Pengalamannya di media, lanjutnya, akan menjadi bekal baginya untuk melakukan rebranding dan transformasi ke depan.

"Keluar, kami akan melakukan rebranding dengan kegiatan-kegiatan pendekatan untuk memberitahu kepada seluruh pemangku kepentingan di republik dan khalayak juga bahwa alumni STAN itu beragam," tuturnya.

Menurutnya, banyak kegiatan yang bisa dilakukan para alumni sebagai bentuk kontribusi kepada bangsa dan negara.

Dengan pengalaman dan prestasi yang dimiliki alumni STAN, dia akan memanfaatkan hal tersebut dalam melakukan rebranding dan transformasi.

Selain itu, Helmi melanjutkan pihaknya juga memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak. Salah satunya mengangkat sekat-sekat mengingat alumni STAN itu beragam jurusan, profesi, pencapaian, sukunya dan agamanya.

"Itulah potret anak-anak STAN yang sebenarnya menjadi mozaik yang luar biasa. Kami akan tata menjadi lukisan untuk mengabdi pada NKRI karena 90% alumni STAN itu bekerja pada sektor publik," imbuhnya.

Dengan moto 'menjadikan Ikanas sebagai rumah besar yang nyaman bagi seluruh alumni dengan segala macam keberagamannya', pihaknya akan melakukan connecting dot yang menghubungkan banyak alumni. Hal tersebut dinilainya penting untuk saling membantu di antara para alumni.

Sementara Wisnu menambahkan pihaknya ke depan juga akan menguhubungkan para alumni dan mahasiswa STAN. Sebagai alumni pihaknya juga berkewajiban membimbing mahasiswa STAN agar mereka siap menghadapi dunia kerja di masa depan.

"Kita juga akan memberi bimbingan-bimbingan, konseling, memberi coaching dan mentoring semacam itu. Ini untuk membina mereka agar siap masuk dalam dunia kerja. Sehingga mereka benar-benar optimal berkontribusi bagi NKRI," katanya.

Kegiatan Kongres VII dihadiri lulusan dari Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara (STIKN), Institut Ilmu Keuangan (IIK), Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN).

Dalam kesempatan itu, turut hadir sejumlah tokoh alumni seperti Sumiyati (Inspektur Jenderal Kemenkeu), Doddy Setiadi (Inspektur Jenderal Kemenkominfo), Blucer Wellington (Direktur Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum BPK), Ito Warsito, Syafri Adnan Baharuddin, dan Dwi Wahyu Daryoto. (OL-2)

BERITA TERKAIT